Tuesday, 19 October 2021
  • BPTP Jawa Barat 1
  • BPTP Jawa Barat 2

PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK, PENGENDALIAN GULMA, DAN PENGGUNAAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN (ALSINTAN) PADA TEKNOLOGI PATBO SUPER PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

PATBO adalah  Padi Aerob Terkendali berbasis Bahan Organik.    Tanaman padi dalam kondisi aerob, pemberian udara dengan pengairan macak macak atau seperlunya.  PATBO SUPER adalah  paket teknologi budidaya padi dengan basis utama manajemen air, dan penggunaan bahan organik untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan  peningkatan produktivitas padi sawah tadah hujan.

Komponen teknologi PATBO SUPER antara lain yaitu: Penggunaan VUB kelompok amfibi dan genjah; Penggunaan bahan organik dan pupuk hayati.; Manajemen air.; Pengendalian gulma. ;dan Penggunaanalsintan untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja.

Penggunaan bahan organik adalah untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi pupuk kimia (N 25% , K 75%) serta mengikat air dalam tanah secara di lokasi (in situ), misalnya pemanfaatan jerami padi dengan menggunakan decomposer (mikroba pengurai) untuk mempercepat pembusukan, kemudian di hancurkan (gelebeg) dengan  menggunakan traktor.

Pupuk hayati diperlukan untuk menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah, dan mengurangi kerusakantanah seminimal mungkin, sehingga sumberdaya lahan tersebut dapat dipergunakan secara berkelanjutan.

Budidaya padi PATBO SUPER tidak dilakukan penggenangan seperti halnya budidaya padi konvensional.  Kondisi tanah macak-macak ini akan mengakibatkan gulma tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman padi. Oleh karena itu pengendalian gulma harus dilakukan sebelum gulma tumbuh, yaitu dengan menggunakan herbisida pra tumbuh. Jika masih terdapat gulma yang tumbuh saat pertanaman padi, maka pengendalian dapat dilakukan secara manual atau mekanik menggunakan gasrok atau alat power weeder.

Penggunaan alsintan bertujuan untuk efisiensi biaya, waktu dan tenaga kerja. Jenis Alsintan yang diperlukanpada lahan sawah tadah hujan antara lain Traktor, Jarwo Transplanter, Power Weeder, dan  (Mini) Combine Harvester.

  • Traktor; sangat diperlukan untuk pengolahan tanah dan sekaligus mengolah jerami menjadi pupukorganik dengan sistem penghancuran (gelebeg).
  • Jarwo Transplanter; penggunaannya sangat tergantung pada kondisi fisik lahan sawah tadahhujan pada umumnya lumpurnya dangkal sehiingga sangat cocok dengan penggunaan alat tanam Jarwo Transplater
  • Power Weeder; digunakan untuk menyiang gulma yang masih tumbuh hingga umur padi< 30 hst.
  • (Mini) Combine Harvester : Alat panen padi terpadu combine harvester digunakan untuk mempercepat panen dan mengumpulkan gabah serta dan mengurangi kehilangan hasil, tanpa perlu merontokkan padi dari malainya.
  • Dengan demikian penggunaan alsintan dapat mengurangi kejerihan kerja, menghemat waktu, menghemat biaya tenaga kerja, dan meningkatkan kualitas dan menekan kehilangan hasil.

Ditulis Oleh : Oswald.M

Sumber : Dr Yanto Hardiyanto, BPTP Jawa Barat, 2017, dan sumber lainnya.

BPTP Jawa Barat

Jl.Kayuambon No.80 Lembang
Jawa Barat 40391 Indonesia
Telp. (022) 2786238
Fax. (022) 2789846
Email: bptp-jabar@litbang.pertanian.go.id

Statistik Pengunjung

100
TodayToday59
YesterdayYesterday41
This_WeekThis_Week100
This_MonthThis_Month100
All_DaysAll_Days100

Social Media

Search