Tuesday, 19 October 2021
  • BPTP Jawa Barat 1
  • BPTP Jawa Barat 2

PENGGUNAAN VARIETAS UNGGUL DAN MANAJEMEN AIR PADA TEKNOLOGI PATBO SUPER PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

PATBO adalah  Padi Aerob Terkendali berbasis Bahan Organik.    Tanaman padi dalam kondisi aerob, pemberian udara dengan pengairan macak macak atau seperlunya.  PATBO SUPER adalah  paket teknologi budidaya padi dengan basis utama manajemen air, dan penggunaan bahan organik untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan  peningkatan produktivitas padi sawah tadah hujan.

Komponen teknologi PATBO SUPER antara lain yaitu: Penggunaan VUB kelompok amfibi dan genjah; Penggunaan bahan organik dan pupuk hayati.; Manajemen air.; Pengendalian gulma. ;dan Penggunaanalsintan untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja.

Varietas unggul padi amfibi yaitu varietas yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi banjir dan kekeringan. Sedangkan varietas genjah yaitu varietas umur pendek, yang berumur 105-124 HSS. Varietas unggul amfibiantara lain:  Situ Patenggang, Situ Bagendit, Limboto, Inpari 38,  Inpari 39, Inpago 8, Inpago 9.  Varietasunggul genjah antara lain:  Dodokan, Inpari 10 Laeya, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 40, Inpari 42 (Agritan GSR), Inpari 43 (Agritan GSR).  Tentu masih banyak varietas amfibi dan varietas padi genjah lainnya, bergantung pada ketersediaan benih dan kemampuan varietas tersebut menyesuaikan diri dengan kondisi lahan yang tersedia.

Padi adalah tanaman yang membutuhkan air.  Oleh karena itu, perlu pengaturan pemberian air secara makro atau mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Pengaturan air makro misalnya memanfaatkan sumber air dari: sumur pantek, sungai, embung, dll seefisien mungkin.  Pengaturan air mikro: secara mikro misalnya memberikan air sesuai kebutuhan tanaman yaitu pada fase vegetatif hingga stadia masak susu (reproduktif), dengan kondisitanah aerob/macak-macak.  Untuk  mengontrol tingkat kecukupan air dapat digunakan  alat AWD (Alternate Wetting and Drying) atau pengairan basah kering, dengan memantau tingkat muka air tanah melalui pipa yang di tanamkan ke dalam tanah.  Bila muka air tanah menurun, sawah harus segera di airi, juga pada saat pengisian bulir.  Sawah dikeringkan beberapa hari sebelum panen.  Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BPTP Jawa Barat.

Gambar 1. Pengairan basah keering melalui pemantauan muka air tanah pada pipa yang di tanam di lahan sawah  ( sumber : Dr. Yanto Surdiyanto, BPTP Jabar, 2017)

Ditulis Oleh : Oswald.M

Sumber : Dr Yanto Hardiyanto, BPTP Jawa Barat, 2017, dan sumber lainnya.

BPTP Jawa Barat

Jl.Kayuambon No.80 Lembang
Jawa Barat 40391 Indonesia
Telp. (022) 2786238
Fax. (022) 2789846
Email: bptp-jabar@litbang.pertanian.go.id

Statistik Pengunjung

101
TodayToday60
YesterdayYesterday41
This_WeekThis_Week101
This_MonthThis_Month101
All_DaysAll_Days101

Social Media

Search