Tuesday, 19 October 2021
  • BPTP Jawa Barat 1
  • BPTP Jawa Barat 2

PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) KENTANG

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) Kentang telah dilakukan oleh BPTP Jawa Barat (2018).  Kentang adalah sayuran bernilai tinggi, permintaan tinggi untuk sayuran dan olahan, tetapi petani melakukan pemupukan dan penggunaan pestisida secara intensif.  Penggunaan berlebih pestisida digunakan petani untuk mencegah hama dan penyakit.  Dampak dari penggunaan pestisida berlebih adalah bagi petani biaya pengendalian menjadi mahal, bagi pemerintah  target produksi tidak tercapai, bagi perusahaan pestisida adalah waktu edar pestisida yang pendek, dan bagi masyarakat menanggung risiko bahaya bagi kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu , dilakukan perbaikan konsep pengelolaan tanaman terpadu kentang dengan:

  • Pemilihan varietas benih kentang bersertifikat
  • Budidaya tanaman sehat kentang
  • Pengendalian OPT berbasis PHT
  • Pemupukan berimbang,
  • Penanganan pasca panen

Pendekatan PTT Kentang melakukan rakitan teknologi sebagai berikut :

 

Tabel 1. Konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu Kentang

No

Komponen Teknologi

Rakitan Teknologi yang Dikaji

Teknologi Eksisting

1.

Pengolahan Lahan

Olah tanah sempurna

Olah tanah sempurna

2.

Varietas

Granola L

Granola L

3.

Benih

Umbi

Umbi

4.

Pemupukan

Berdasarkan hasil analisis tanah /pemupukan berimbang

Tanpa

5.

Pupuk Dasar/organik

menggunakan Gliokompos

Organik 20 ton/ha

tanpa

Kebiasaan petani

6.

Pupuk susulan

1 kali pada usia 4 mst

-

7.

Pengendalian OPT

berdasar konsep PHT (pergiliran pestisida berbasis cara kerja dengan memperhatikan ambang batas Hama, teknik penyemprotan)

kebiasaan petani

Selain itu, aplikasi myAgri (unduh dari play store)  juga digunakan untuk pengendalian OPT berdasarkan PHT; penyemprotan fungisida secara preventif dan pengendalian hama secara kuratif bila melampaui ambang batas.

Ambang pengendalian hama kentang sebagai berikut:

No.

Jenis hama

Ambang pengendalian

1

Trips

10 nimfa/ daun contoh

2

Kutudaun

                                          20 ekor/ daun contoh                                                         

3

Kutukebul

20 ekor/ daun contoh

4

Lalat pengorok daun

 10% intensitas serangan

5

Ulat grayak

Kerusakan daun 12,5%

6

Ulat penggerek umbi/ daun kentang

2 ekor/ tanaman contoh atau 15% intensitas serangan

7

Tungau

 5% intensitas serangan

8

Oteng-oteng

5% intensitas serangan

Ditulis oleh : Oswald.M 

Sumber: Heru /susanto, BPTP Jawa Barat, 2019, dan sumber sumber lainnya.

 

BPTP Jawa Barat

Jl.Kayuambon No.80 Lembang
Jawa Barat 40391 Indonesia
Telp. (022) 2786238
Fax. (022) 2789846
Email: bptp-jabar@litbang.pertanian.go.id

Statistik Pengunjung

98
TodayToday57
YesterdayYesterday41
This_WeekThis_Week98
This_MonthThis_Month98
All_DaysAll_Days98

Social Media

Search