JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PERSEMAIAN SEHAT MENGGUNAKAN KAIN SIFON

  Beberapa sayuran harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan. Sebagian petani telah biasa membuat rumah kassa atau sungkup plastik untuk menyemai benih sayurannya (Gambar 1.). Bibit dalam persemaian yang biasa digunakan petani masih memiliki peluang besar terserang hama penyakit karena persemaian tidak tertutup sempurna. Oleh karena itu, Balitsa (Balai Penelitian Tanaman Sayuran) menciptakan teknologi persemaian yang disebut “Persemaian Sehat” dan BPTP Jawa Barat mengadopsi dengan sedikit penyesuaian di tingkat petani.

 

 width=

Persemaian sehat pada prinsipnya adalah mencegah apapun yang dapat mengganggu kesehatan tanaman masuk ke persemaian. Tanaman yang terserang hama penyakit sejak di persemaian memiliki peluang lebih besar untuk gagal panen bila dibandingkan jika tanaman terserang hama penyakit setelah ditanam di lapang. Bibit yang terserang virus kuning sejak persemaian dapat menyebabkan tanaman tidak sampai berbunga dan berbuah, sehingga gagal panen. Salah satu perbedaan paling mencolok dari persemaian sehat ialah penggunaan kain sifon di sekeliling rumah kassa sebagai dindingnya. Adanya kain sifon ini dapat menunda serangan virus kuning setelah tanaman berbunga, sehingga dapat berbuah dan dipanen.

Tinggi rumah sehat pada persemaian sehat dapat dibuat sekitar 1,5 m sampai 2 m. Pada bagian bawah rumah sehat dikelilingi oleh plastik setinggi 0.5 m untuk mencegah masuknya penyakit melalui cipratan air hujan. Sedangkan bagian tengah dinding rumah sehat ke atas dikelilingi oleh kain sifon. Bagian atap ditutup oleh plastik agar sinar matahari dapat masuk. Namun, pada daerah dataran rendah bagian atap harus ditambahkan paranet untuk mengurangi intensitas cahaya matahari agar suhu dalam persemaian tidak terlalu tinggi. Jika suhu dalam persemaian terlalu tinggi maka akan menyebabkan kematian bibit.

Pada pintu masuk rumah sehat, dipasang perangkap kuning sebagai indikator perangkap banyaknya hama yang terperangkap. Selain di pintu masuk rumah sehat, perangkap kuning dipasang di dekat meja persemaian setinggi bibit untuk memerangkap hama yang mendekati bibit tanaman. Meja persemaian dibuat setinggi pinggang manusia sekitar 1 m, untuk memudahkan pemeliharaan tanaman. Meja dapat dibuat dengan bambu atau kayu, sedangkan tempat persemaian juga dapat dibuat langsung di meja atau menggunakan tray plastik. Media semai merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan volume 1:1:1. Dalam campuran media tersebut, ditambahkan pupuk hayati granul. Saat pindah tanam, pupuk hayati dapat diberikan pada lubang tanam sebelum tanam.

          Gambar 3 Tampak Depan

Gambar 2. Tampak Samping                                                                                         Gambar 3 Tampak Depan

                                 

Ket gambar:

A: Atap dari plastik (tinggi: 0.5 m)

B: Kain sifon (tinggi: 1 m)

C: Plastik (tinggi: 0.5 m)

 

          
Gambar 4 Bibit Sehat                                                  Gambar 5. Bibit Setelah Dipindah Tanam

 

 

Keunggulan paket teknologi persemaian sehat ini ialah pertumbuhan tanaman lebih cepat 1-2 minggu daripada persemaian biasa pada daerah dataran tinggi akibat suhu yang lebih tinggi di rumah sehat. Selain Itu daya tumbuh benih lebih serempak. Keunggulan lain terletak pada serat kain sifon yang kecil. Serat kecil ini dapat menghalau kutu kebul yang merupakan vector dari virus kuning masuk dalam persemaian. (Meksy Dianawati, Ratna Sari, Atin Yulyatin)

 

 

Dipublikasikan oleh Humas BPTP Jabar/Niken

Teknologi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) (Part 2)

Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB)

Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) tidak jauh berbeda dengan sistem pemeliharaan Ayam kampung yang pada umumnya dibagi dalam tiga sistem budidaya, yaitu Sistem Budidaya Ekstensif (Tradisional), Sistem Budidaya Semi Instensif, dan Sistem Budidaya Intensif. Perbedaan tersebut terletak pada pemeliharaan, perkandangan, pemberian pakan, minum dan peran serta peternak dalam pengelolaan ternak tersebut.

                                                                 
 

Sistem Pemeliharaan Ekstensif (Tradisonal) yaitu budidaya ayam dengan cara dibiarkan (dilepas liarkan) dan meskipun dikandang kondisi kandang belum memenuhi syarat kandang yang baik, dan peternak tidak memiliki peran yang besar dalam pengelolaannya. Sistem pemeliharaan ini merupakan sistem yang membutuhkan biaya yang cukup murah karena pemberian pakan dan minum masih menggunakan pakan yang seadanya serta belum diberikan pemberian multivitamin. Adapun kelebihan sistem ini adalah biaya operasional yang rendah dan peternak tidak terlalu terlibat dalam pemeliharaan, sedangkan untuk kekurangan sistem ini adalah produktivitasnya yang masih sangat rendah mengingat pemeliharaan hanya seadanya, ayam mudah terserang penyakit, dan ayam yang dihasilkan kurang berkualitas untuk dijadikan indukan karena perkawinan masih dilakukan dengan sembarang antar ayam.

Sistem Pemeliharaan Semi Intensif sudah menggunakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara ekstensif (tradisional). Sistem ini sudah menggunakan kandang dan pemberian pakan dan minum namun peternak sesekali masih melepaskan ayam untuk dilepas liarkan. Cara ini digunakan oleh peternak kelas menengah yang belum mengetahui cara beternak yang efektif. Pada metode ini masih ditemukan adanya berbagai kelemahan karena peternak masing belum menerapkan vaksinasi, selain itu kandang pun belum memiliki ventilasi yang baik, sehingga ketika ada wabah penyakit peternak masih belum begitu mahir mengatasinya. Kelebihan sistem ini adalah biaya pemeliharaan yang masih rendah, sedangkan untuk kekurangannya adalah produktivitas masih belum maksimal, dan ayam masih mudah terjangkit penyakit karena pakan dan minum masih tidak terkontrol kadar gizinya.

Sistem Pemeliharaan Intensif biasanya digunakan oleh para peternak profesional yang memang bergelut di bidang budidaya ayam dan memiliki target produksi serta pengembangan usaha baik untuk ayam pedaging maupun ayam petelur. Sistem ini membutuhkan ilmu pengetahuan mengenai pengelolaan kandang, pelemilaharaan ayam, kesehatan hewan ternak, vaksinasi hingga modal yang cukup banyak. Kelebihan sistem beternak inetnsif ini anatara lain produktivitas cukup tinggi, pengelolaan kandang sudah memadai tentang santiasi dan ventilasi, ayam memiliki bobot cukup karena pemberian pakan dan minum yang teratur dan terukur kadar gizinya, ayam lebih sehat dan tidak mudah tertular penyakit karena ditunjang oleh multivitamin dan vaksinasi, pengelolaan lebih teratur, kualitas ayam yang dihasilkan lebih bagus dan berkualitas serta lebih seragam. Namun kekurangan sistem ini adalah membutuhkan modal dan biaya yang tidak sedikit.

Pemeliharaan sistem ekstensif dilakukan dengan pertimbangan tidak merpotkan, tidak memerlukan biaya, dan tidak untuk kebutuhan komersil, umumnya diterapkan pada skala rumah tangga dengan populasi 5-10 ekor ayam dewasa. Kegiatan usaha ternak ayam kampung dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan yang berkesinambungan harus dilakukan dengan sistem semi intensif atau intensif. Sistem pemeliharaan intensif memudahkan pelaku usaha dalam melakukan manajemen pemeliharaan seperti pengaturan pemberian pakan, waktu produksi dan mempermudah pemanenan telur. Pemeliharaan ayam kampung petelur dianjurkan dengan sistem intensif (ternak selalu dikandangkan).

 

Sumber : Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian

Ditulis Oleh : Adhitya TD

Manfaat dan Kandungan Nutrisi Buah Naga

Buah naga  tidak hanya berfungsi   sebagai  buah,   akan tetapi  juga  dapat   berperan   sebagai  tanaman hias, sayuran, produk kesehatan dan obat-obatan. Oleh karena itu,  tanaman buah  naga  juga   disebut  “priceless treasure (harta tak ternilai). Ada juga yang menyebut buah naga ini sebagai fancy fruit atau buah mewah.

Berdasarkan hasil penelitian  serta  berbagai  informasi yang telah banyak dikemukakan, manfaat dari buah naga ini sangat banyak. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai penyeimbang kadar gula darah, membersihkan darah, menguatkan ginjal, menyehatkan lever, menguatkan daya kerja  otak,  meningkatkan ketajaman  mata,  mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan, menstabilkan tekanan darah, mengurangi keluhan keputihan,  mengurangi kolesterol   dan   mencegah  kanker   usus,  memperlancar faces (BAB), serta  untuk  perawatan kecantikan.  Beberapa keistimewaan  keunggulan dan manfaat  buah  naga cukup banyak dikemukakan.

  1. Buah naga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik dan kesehatan dengan fungsi  meningkatkan penglihatan dan mencegah hipertensi, meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kanker.
  2. Buah naga  dapat  disajikan sebagai  sayur yang  lezat, memiliki gizi tinggi, segar,  kaya vitamin C. Suatu hasil riset  mengemukakan bahwa sulur buah naga  yang masih muda sangat  kaya akan gizi, dan  kandungan vitamin C.
  3. Disebut sebagai “Raja buah”, buah naga memiliki warna merah yang cerah dengan bentuk  menarik. Dagingnya berwarna   putih  atau  merah,  terasa  manis ,  dengan aroma  ringan. Tingkat  kemanisan    buah  naga  adalah 16-18 derajat briks, lebih baik dari  melon.
  4. Buah naga  dapat  sebagai  minuman,  dapat  disajikan dalam  jus buah  dan  salad  buah  atau  dibuat  menjadi selai. Buah ini juga dapat  dijus dan sebagai  campuran untuk membuat minuman yang sangat lezat.
  5. Perlindungan     lingkungan.    Buah    naga    menyerap C02 di malam hari dan melepaskan  oksigen untuk membersihkan udara.

Buah naga memiliki rasa yang yang enak, manis, kadang- kadang sedikit asam, dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah,  serta  sebagai  campuran   makanan  dan minuman  lainnya. Secara umum,  kandungan nutrisi dari buah naga adalah: Air 90,20% ,Karbohidrat 11,50%, Protein 0,53% ,Lemak  0,40%, Serat  0,71%, Calcium 6-10 mg/100g, Fosfor 8,70%, Vitamin C: 9,40%.  Untuk jenis yang berdaging buah  merah,  mengandung beta carotene yang  berfungsi sebagai  antioksidan.  Warna  merah  berasal  dari  pigmen alami yang dikenal sebagai  hylocerenin dan isohylocerenin dan juga    membuat berbagai  hidangan  berwarna  merah cantik ketika disajikan.

Sumber : Petunjuk Teknis Budidaya Buah Naga : BPTP Balitbangtan Jawa Barat, 2016

 

Teknologi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) (Part 1)

   

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung asli hasil inovasi dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Ayam KUB memiliki keunggulan yaitu mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali serta lebih tahan terhadap penyakit.

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam) ayam kampung, baik untuk keperluan ayam potong maupun untuk petelur. Pada tahun 1997-1998 peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) melakukan penelitian breeding ayam kampung yang bibit/induknya berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat. Karakterisasi dilakukan pada ayam kampung betina dara (pullet) umur ±5 bulan sebanyak 350 ekor, masing-masing didatangkan dari Cianjur 100 ekor, Jatiwangi 84 ekor, Depok 60 ekor, Jasinga Kab Bogor 56 ekor, dan Ciawi Kab Bogor 50 ekor. Ayam tersebut ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 45 x 24 x 42 cm dengan menggunakan rangkaian kandang individu yang terbuat dari kawat serta dilengkapi dengan tempat makan dan air minum.

Di Jawa Barat, sudah dilaksanakan Kaji Terap Budidaya Ayam KUB di 3 Kabupaten yang mewakili ekosistem ketinggian tempat yaitu di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Ciamis. Kaji terap ini dilaksanakan selama 5 bulan dengan memelihara sebanyak 250 ekor Ayam KUB di masing-masing Kabupaten. Dari hasil Kaji Terap tersebut disimpulkan bahwa ayam KUB dapat menghasilkan telur ketika sudah berumur 3 bulan atau 70 s/d 90 hari dengan bobot 1,2 s/d 1,6 Kg, selama 7 bulan pemeliharaan dari 250 ekor ayam KUB sudah dapat menghasilkan telur sebanyak 638 butir.

Permintaan ayam kampung yang setiap tahun meningkat namun ketersediaan menurun dapat menjadi peluang bagi peternak maupun wirausahawan yang tertarik membudidayakan ayam KUB, karena selain dapat dijadikan sebagai ayam pedanging ayam KUB pun dapat dimanfaatkan telurnya untuk dijual.

Sumber : Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian

Ditulis Oleh : Adhitya TD

TEKNOLOGI OFF-SEASON PADA MANGGA GEDONG

Sesuai dengan arah Nawa Cita Presiden RI dan rencana pembangunan jangka menengah nasional dalam era pemerintahan 2014-2019, kementerian Pertanian mulai tahun 2015 berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP). Kabupaten Cirebon sebagai salah satu lokasi TTP di Jawa Barat, pada tahun 2015 ini sudah membangun Central of Excelent (Pusat TTP) di Desa Windujaya.Cakupan TTP kabupaten Cirebon di Kecamatan Sedong yang terdiri dari 10 desa. Adapaun tujuan dibangunnya TTP ini adalah sebagai wahana penelitian, pengkajian,pengembangan dan penerapan inovasi, sekaligus show window dan tempat peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani. Berdasarkan pemilihan komoditas unggulan, maka di lokasi TTP ini terpilih komoditas mangga gedong, padi dan ternak domba. Telah banyak teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, namun dari segi pemanfaatannya oleh petani belum optimal. Maka dari itu perlu sebuah wahana yang dapat memfasilitasi aliran inovasi teknologi, dan sebagai salah satu wahana tersebut adalah TTP. Dalam rangka mendukung keberhasilan kegiatan ini, khususnya tentang pengembangan budidaya mangga Gedong, diperkenalkan teknologi off-season (berbuah di luar musim).

Perlakuan pendahuluan dengan melakukan pemupukan dengan dosis (tabel 1):

Pengkajian off-season mangga Gedong dilakukan di Desa Putat seluas 10 ha, dengan rata-rata umur tanaman 15 tahun.

Perlakuan pemupukan yang diberikan adalah sbb.:

Tabel 1.  Kebutuhan pupuk  tanaman mangga yang sudah berproduksi

Umur (Thn)

Pupuk organik

(bakul)

Urea (g)

SP-36 (g)

KCL (g)

5

2,5

450

300

450

6-8

3,5

500

350

600

>8

4,5

600

400

650

 

Bila menggunakan jenis pupuk majemuk dapat dikonversi menjadi sebagai berikut :

Tabel 2. Kebutuhan pupuk tanaman mangga yang sudah berproduksi menggunakan pupuk majemuk.

Umur (Thn)

Pupuk organik

(Bakul)

NPK Mutiara

(Kg)

NPK Phonska

(Kg)

Kaptan

(Kg)

>8

>4

1-2

2-4

5-10

>10

>4

3-4

4-5

5-10

 

Sumargono, et al. (2015)

Perlakuan pemberian pupuk kandang dan pupuk buatan diberikan pada musim penghujan, yaitu di bulan Oktober. Pupuk kandang dengan takaran 30-40 kg/pohon  diberikan dengan cara menggemburkan tanah terlebih dahulu, kemudian pupuk kandang dicampur dengan tanah di sekitar perakaran tanaman. Dua minggu setelah pemberian pupuk kandang, dilanjutkan dengan pemberian pupuk buatan dengan dosis sekitar 3,5 kg pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Setelah 1 bulan berikutnya diberikan perlakuan paclobutrazol dosis 5 ml dilarutkan dalam 10 ml air, dengan cara disiramkan ke pangkal batang yang sudah sedikit dilukai. Hasilnya adalah sebagai berikut tanaman yang diberi perlakuan mulai terjadi pembungaan mulai bulan mei, Juni dan kebiasaan petani belum terlihat adanya pembungaan. Pada bulan Agustus mulai ada yang panen secara bertahap untuk tahap awal 4-5 kg, tahap berikutnya rata-rata 6-10 kg dan rata-rata total berbuah 50-60 kg. Pada saat berbuah di luar musim harga mangga Gedong rata-rata Rp.20.000,--Rp.25.000,-. Sedangkan tanaman mangga yang tanpa perlakuan ZPT (Paclobutrazol) baru berbunga Agustus –September dan panen dimulai bulan akhir Oktober, Nopember dan Desember. Harga rata-rata mangga Gedong saat panen raya adalah Rp. 7.500,-/kg. Perbedaan harga  yang mencolok ini yang mengakibatkan petani lebih tertarik memanfaatkan teknologi off-season. Keberhasilan off-season ini sangat dipengaruhi oleh musim, seperti  di tahun 2016 perlakuan off-season tidak berhasil karena adanya musim kemarau yang basah dan hampir sepanjang tahun tahun hujan, sehingga bunga yang terbentuk menjadi berguguran. Kemudian saat yang diperlakukan off season pada bulan Desember berbuah kembali mengikuti siklus panen raya.

Sumber : Drs. Agus Nurawan, MP (Peneliti BPTP Balitbangtan Jawa Barat)

 

Subcategories