Tuesday, 19 October 2021
  • BPTP Jawa Barat 1
  • BPTP Jawa Barat 2

Panen Perdana Demplot Pengembangan VUB Padi Khusus Dan Spesifik Lokasi di Ciamis

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
Ciamis - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar menyelenggarakan panen perdana Demplot Pengembangan VUB Padi Khusus dan Spesifik Lokasi Dengan Menerapkan Budidaya Padi Ramah Lingkungan (BPRL), Minggu (29/08/21). Panen dilakukan bersama anggota Komisi IV DPR RI Dapil X, KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy, S.Sy., dan berlangsung di Kelompok Tani Sri Mukti, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dalam panen pada area demplot seluas 10 Ha, BPTP Jabar telah mengajak Petani Sri Mukti untuk mengaplikasikan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dikeluarkan Badan Litbang Pertanian diantaranya Inpari 32, Inpari 33, Inpari 35, Inpari NutriZinc, Pamelan dan Mantap sejak Mei 2021. Dari hasil ubinan pada varietas Inpari 32, produktivitas menunjukan peningkatan hasil, dimana kini didapat 7,23 ton/ha dari kondisi existing 5,67 ton/ha, artinya telah terjadi peningkatan produktivitas mencapai 27.5%.
Seusai panen, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Dr. Ir. Priatna Sasmita M.Si, dalam agenda Temu Lapang mendorong penerapan VUB oleh Petani. "Hingga saat ini, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah mengeluarkan lebih dari 300 varietas," tutur Priatna. Dengan varietas yang beragam, BPTP Jabar dapat mengaplikasikan VUB sesuai dengan kebutuhan spesifik wilayah. Maka ia pun mengapresiasi kegiatan yang menurutnya telah dengan baik oleh BPTP Jabar.
Tak hanya menekankan penggunaan VUB, pada lokasi demplot ini juga diterapkan teknologi BPRL, yakni suatu pendekatan budidaya padi dengan menggabungkan berbagai komponen teknologi yang spesifik lokasi dan penggunaan teknologi bioproduk. Plt. Kepala Balai BPTP Jawa Barat, Dr Ir Wiratno M.Env.Mgt., menjelaskan komponen utama dari teknologi BPRL selain pemilihan VUB khusus dan spesifik lokasi, juga menerapkan sistem tanam jajar legowo, biodekomposer Agrodeko, pupuk Hayati Agrimeth, dan pesitisida nabati Bioprotektor.
Selaku penemu Bioprotektor, Wiratno menjelaskan bahwa Bioprotektor merupakan pestisida nabati mutifungsi. “Bioprotektor ini memiliki keunggulan untu mengendalikan berbagai hama, juga meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan produksi tanaman. Bapak (petani) kalau pakai cukup sedikit saja, seukuran 3cc/l saat 2-3 hari sebelum benih pindah ke lapangan, kemudian dilanjutkan 5 cc/l saat 7 – 10 hari setelah benih ditanam, nanti bapak bisa lihat akarnya cepat sekali tumbuh dan lebih panjang,” jelas Wiratno. Selain itu, ia pun menjelaskan Bioprotektor dapat berperan sebagai insektisida, fungisida maupun moluksisida.
Peneliti sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Dr. Nana Sutrisna, berkesempatan berdialog dengan perwakilan Petani Sri Mukti, Wawan (51). Wawan menyampaikan terima kasih atas kegiatan ini, ia pun mengaku senang dengan hasilnya. Baginya tak sulit menerapkan teknologi yang dihasilkan Balitbangtan, melalui Dr. Nana dan tim BPTP Jabar. Ia pun berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan petani di daerahnya dapat terus dilakukan.
Panen perdana padi ini juga turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Slamet Budi Wibowo SP MSi, Camat Lakbok Wiwik Dwikoraningsih, Kapolsek Lakbok Iptu Agus Hartadi Rivai, dan Danramil Lakbok Kapten ARH Agus Gusnedi.
 
  

BPTP Jawa Barat

Jl.Kayuambon No.80 Lembang
Jawa Barat 40391 Indonesia
Telp. (022) 2786238
Fax. (022) 2789846
Email: bptp-jabar@litbang.pertanian.go.id

Statistik Pengunjung

96
TodayToday55
YesterdayYesterday41
This_WeekThis_Week96
This_MonthThis_Month96
All_DaysAll_Days96

Social Media

Search