JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TEKNOLOGI OFF-SEASON PADA MANGGA GEDONG

Sesuai dengan arah Nawa Cita Presiden RI dan rencana pembangunan jangka menengah nasional dalam era pemerintahan 2014-2019, kementerian Pertanian mulai tahun 2015 berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP). Kabupaten Cirebon sebagai salah satu lokasi TTP di Jawa Barat, pada tahun 2015 ini sudah membangun Central of Excelent (Pusat TTP) di Desa Windujaya.Cakupan TTP kabupaten Cirebon di Kecamatan Sedong yang terdiri dari 10 desa. Adapaun tujuan dibangunnya TTP ini adalah sebagai wahana penelitian, pengkajian,pengembangan dan penerapan inovasi, sekaligus show window dan tempat peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani. Berdasarkan pemilihan komoditas unggulan, maka di lokasi TTP ini terpilih komoditas mangga gedong, padi dan ternak domba. Telah banyak teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, namun dari segi pemanfaatannya oleh petani belum optimal. Maka dari itu perlu sebuah wahana yang dapat memfasilitasi aliran inovasi teknologi, dan sebagai salah satu wahana tersebut adalah TTP. Dalam rangka mendukung keberhasilan kegiatan ini, khususnya tentang pengembangan budidaya mangga Gedong, diperkenalkan teknologi off-season (berbuah di luar musim).

Perlakuan pendahuluan dengan melakukan pemupukan dengan dosis (tabel 1):

Pengkajian off-season mangga Gedong dilakukan di Desa Putat seluas 10 ha, dengan rata-rata umur tanaman 15 tahun.

Perlakuan pemupukan yang diberikan adalah sbb.:

Tabel 1.  Kebutuhan pupuk  tanaman mangga yang sudah berproduksi

Umur (Thn)

Pupuk organik

(bakul)

Urea (g)

SP-36 (g)

KCL (g)

5

2,5

450

300

450

6-8

3,5

500

350

600

>8

4,5

600

400

650

 

Bila menggunakan jenis pupuk majemuk dapat dikonversi menjadi sebagai berikut :

Tabel 2. Kebutuhan pupuk tanaman mangga yang sudah berproduksi menggunakan pupuk majemuk.

Umur (Thn)

Pupuk organik

(Bakul)

NPK Mutiara

(Kg)

NPK Phonska

(Kg)

Kaptan

(Kg)

>8

>4

1-2

2-4

5-10

>10

>4

3-4

4-5

5-10

 

Sumargono, et al. (2015)

Perlakuan pemberian pupuk kandang dan pupuk buatan diberikan pada musim penghujan, yaitu di bulan Oktober. Pupuk kandang dengan takaran 30-40 kg/pohon  diberikan dengan cara menggemburkan tanah terlebih dahulu, kemudian pupuk kandang dicampur dengan tanah di sekitar perakaran tanaman. Dua minggu setelah pemberian pupuk kandang, dilanjutkan dengan pemberian pupuk buatan dengan dosis sekitar 3,5 kg pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Setelah 1 bulan berikutnya diberikan perlakuan paclobutrazol dosis 5 ml dilarutkan dalam 10 ml air, dengan cara disiramkan ke pangkal batang yang sudah sedikit dilukai. Hasilnya adalah sebagai berikut tanaman yang diberi perlakuan mulai terjadi pembungaan mulai bulan mei, Juni dan kebiasaan petani belum terlihat adanya pembungaan. Pada bulan Agustus mulai ada yang panen secara bertahap untuk tahap awal 4-5 kg, tahap berikutnya rata-rata 6-10 kg dan rata-rata total berbuah 50-60 kg. Pada saat berbuah di luar musim harga mangga Gedong rata-rata Rp.20.000,--Rp.25.000,-. Sedangkan tanaman mangga yang tanpa perlakuan ZPT (Paclobutrazol) baru berbunga Agustus –September dan panen dimulai bulan akhir Oktober, Nopember dan Desember. Harga rata-rata mangga Gedong saat panen raya adalah Rp. 7.500,-/kg. Perbedaan harga  yang mencolok ini yang mengakibatkan petani lebih tertarik memanfaatkan teknologi off-season. Keberhasilan off-season ini sangat dipengaruhi oleh musim, seperti  di tahun 2016 perlakuan off-season tidak berhasil karena adanya musim kemarau yang basah dan hampir sepanjang tahun tahun hujan, sehingga bunga yang terbentuk menjadi berguguran. Kemudian saat yang diperlakukan off season pada bulan Desember berbuah kembali mengikuti siklus panen raya.

Sumber : Drs. Agus Nurawan, MP (Peneliti BPTP Balitbangtan Jawa Barat)