JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penggunaan Biorational untuk mengendalikan penyakit Hawar daun Bakteri (HDB)untuk mendukung pertanian organik di Cianjur

Penyakit Hawar Daun Bakteri merupakan penyakit penting pada tanaman padi, kerugian yang ditimbulkan dapat berkisar antara 20-30%. Penyakit ini disebabkan oleh patogen bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Penyakit ini bisa ditularkan melalui air, alat atau ada vektor yang memindahkan dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Di Kampung Mareleng, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, telah dicoba menggunakan biorasional untuk menangulangi penyakit HDB tersebut. Lokasi ini merupakan lokasi pertanian padi organik seluas 7 ha sejak 7 tahun yang lalu. Pengendalian penyakit menggunakan fungisida kimiawi dapat menimbulkan efek sampingan berupa pencemaran lingkungan, timbulnya kekebalan terhadap organisme tertentu, dan harganya cukup mahal, sehingga petani tidak terjangkau untuk membelinya. Biorational pestisida, merupakan pestisida yang berasal dari alam yang mengandung substansi aktif seperti bakteri, cendawan, protozoa, feromon dan zat pengatur tumbuh. Biorational pestisida ini sangat minim pengaruhnnya terhadap manusia, lingkungan, dan organisme lain yang bermanfaat. Dalam biorational ini mengandung agensia hayati untuk mengendalikan HDB dan juga mengandung endofit Bacillus firmus untuk menambah stamina tanaman. Dalam pengkajian tersebut sama sekali tidak menggunakan pupuk anorganik maupun pestisida kimiawi. Pupuk yang digunakan hanyalah pupuk organik sebanyak 7 ton/ha. Biorational diaplikasikan pada umur 14, 28 dan 42 HST dengan dosis 2 gr/liter air, aplikasi 200 liter larutan semprot per ha. Hasil kajian sementara di Desa tersebut menunjukkan, bahwa penggunaan biorational dapat mencegah serangan penyakit HDB sampai dengan panen, disamping itu dapat meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan cara petani organik lainnya. Produktivitas yang diaplikasi dengan Biorational adalah 7,45 ton/ha, sementara cara petani yang tanpa menggunakan biorational adalah 6,75 ton padi organik.

Sumber : Drs. Agus Nurawan, MP (Peneliti BPTP Jawa Barat)