JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MANFAAT ASAM HUMUS (Humic Acid) BAGI TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH SUB OPTIMAL PASANG SURUT

Asam humus (humic acid) yang terkadang dalam humate bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena : (a) terjadi peningkatan energi sel tanaman yang menghasilkan aktifitas intensifikasi proses pertukaran ion yang mempercepat pertumbuhan sistem akar dan membuat akar lebih panjang; dan (b) terjadi peningkatan penetrasibilitas (kemampuan penyerapan) membran sel tanaman yang memudahkan nutrisi untuk terserap ke dalam sel serta mempercepat proses pernapasan (respirasi) tanaman.

Oleh karena itu asam humus (humic acid) yang terkandung dalam humate bermanfaat untuk

meningkatkan kesuburan tanah, yaitu :

1) Asam humus berpengaruh terhadap sifat fisika tanah, mampu :

(a) melakukan absorsi air sekitar 80-90% sehingga mampu mengurangi resiko erosi pada Tanah; (b) bercampurnya tanah dengan asam humus memperbaiki struktur tanah melalui peningkatan populasi mikroorganisme tanah, seperti jamur dapat meningkatkan fisik dari butirbutir prima, cendawan menyatukan butir tanah menjadi agregat dan bakteri berfungsi sebagai semen yang menyatukan agregat. Hasilnya tanah lebih gembur berstruktur remah dan relative lebih ringan; (c) membentuk agregat meningkatkan pori tanah (porositas) yang didominasi oleh gas 02, N2 dan CO2 sebagai hal penting bagi respirasi mikro organisme tanah dan akar tanaman; (d) menggelapkan warna tanah menjadi semakin coklat kehitaman, sehingga meningkatkan penyerapan radiasi sinar matahari yang akan meningkatkan suhu tanah menjadi lebih hangat.

2) Asam humus berpengaruh terhadap sifat kimia tanah, mampu :

(a) meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) akan menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara atau nutrisi. Asam humus membentuk kompleks dengan unsur mikro, sehingga melindungi unsur tersebut dari pencucian oleh air hujan. Unsur N, P dan K diikat dalam bentuk organik atau dalam tubuh mikroorganisme, sehingga dapat dipertahankan dan sewaktu-waktu dapat diserap tanaman serta dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia; (b) mengikat logam berat (membentuk senyawa khelate), kemudian mengendapkannya sehingga mengurangi keracunan tanah; (c) meningkatkan pH tanah asam akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus, terutama tanah yang mengandung aluminium (Fe). Karena Humic acid akan mengikat Fe yang sulit larut dalam air (insoluble); (d) ikatan kompleks yang terjadi antara asam humus dengan Fe dan Al merupakan antisipasi terhadap ikatan yang terjadi antara unsur P (phosphorus) dengan Al dan Fe sehingga unsur P dapat diserap secara maksimal oleh tanaman.

3) Asam humus berpengaruh terhadap sifat biologi tanah, mampu :

(a) menciptakan situasi tanah yang kondusif untuk menstimulasi perkembangan mikro-organisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi yang menghasilkan humus (humification); (b) aktifitas mikro-organisme di atas tanah akan menghasilkan hormon pertumbuhan, seperti Auxin yang berfungsi merangsang proses perkecambahan biji, memicu proses terbentuknya akar, Sitokinin yang berfungsi merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru; giberilin yang berfungsi meningkatkan pembungaan dan pembuahan. Oleh karena itu asam humus dapat diaplikasikan untukmeningkatkan efektifitas dan efisiensi dengan penggunaan pupuk kimia, jika terjadi : (a) masalah provitas padi di lahan sub optimal pasang surut cenderung rendah, seperti yang terjadi pada para petani pesisir Indramayu yang selama fase vegetatif tanam terendam air terus. Kondisi terendam air biasanya terjadi 2-3 kali dan belum tentu bisa dipanen. Umumnya dapat dipanen dengan provitasnya kurang dari 5 ton/Ha; dan (b) masalah teknis sumber air yang masuk dari saluran tambak, hara tanahnya terurai menjadi tumbuhan air berupa klekap sebagai makanan ikan bandeng. Sampel tanah dari lahan sawah tersebut dianalisis laboratorium hasilnya kandungan KTK berkisar 22,70-26,2 dan pH tinggi antara 8-9. Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam larutan tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Pada tanah-tanah yang masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-, sedang tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+ dan bila konsentrasi H+ sama dengan OH- tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH netral. pH tanah merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan budidaya tanaman. pH menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman. Unsur hara akan diserap oleh akar tanaman pada pH yang berkisar netral. Namun perlu dipahami bahwa terdapat sebagian tanaman yang mempunyai daya toleransi yang bagus pada kondisi lahan yang berkisar alkalis ataupun masam.

Pada pH netral yang berkisar 6,5- 7,5, unsur hara tersedia dalam jumlah optimum, namun reaksi tanah akan mempengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Pada pH tanah kurang dari 6,0, maka ketersediaan unsur-unsur P, K, S, Ca, Mg, dan Mo menurun dengan drastis. Sedangkan pada pH tanah lebih besar dari 8,0, akan menyebabkan unsur-unsur N, Fe, Mn, Cu, dan Zn ketersediannya sangat sedikit.

Sumber : Dr. Ir. Darmawan, MP (Penyuluh BPTP Balitbangtan Jawa Barat)