JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TEKNOLOGI BUDIDAYA KRISAN ORGANIK

Krisan merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang memiliki nilai Ekonomis yang tinggi. Umumnya krisan dimanfaatkan sebagai bunga potong dan penghias ruangan. Selain sebagai tanaman hias, tanaman Krisan juga dibudidayakan Sebagai tanaman yang dapat dikonsumsi, baik diseduh dalam bentuk segar, kering maupun dalam bentuk teh krisan. Bunga krisan mengandung zat antioksidan yang mampu menyerap racun dalam tubuh dan dipercaya berkhasiat menyembuhkan, menyegarkan memulihkan kesehatan, dan baik untuk baik menjaga untuk menjaga kesehatan mata. Bunga Krisan yang dijadikan minuman biasanya adalah krisan berwarna kuning dan putih. budidaya Bahan bunga krisan yang akan dibuat the sebaiknya adalah bunga krisan organic.

A. SYARAT TEKNIS KRISAN

Krisan dapat tumbuh baik pada ketinggian 700 – 1200 mdpl. bersuhu antara 17 derajat hingga 30 derajat celcius. Tumbuh pada hampir semua tanah, yang mengandung banyak hara, (pH) 5,5 – 6,5. Pada waktu pembibitan memerlukan kelembaban udara 90 – 95%, ketika telah tumbuh dan menjadi tanaman muda sekitar 75% dan pada tanaman dewasa 70 - 85%. Pada fase vegetatif, krisan membutuhkan kisaran suhu optimal 22oC – 28oC pada siang hari dan tidak melebihi 26oC pada malam hari. Sedangkan untuk fase generatif adalah 16oC - 18oC.

B. TEKNIS PRODUKSI KRISAN

1. Persiapan Lahan

Penyiapan lahan untuk tanaman induk meliputi pembersihan gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Tanah diolah minimal 2 kali sedalam + 30 cm untuk memperbaiki aerasi tanah. Kemudian dibuat bedengan, dengan ukuran tinggi 25-30 cm, lebar 1-1,2 m, dan jarak antar bedengan + 50 cm. Sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan rumah lindung. Tambahkan kapur pertanian dosis 100-200 g/ m2 secara merata diatas bedengan kemudian kering anginkan. Untuk memperbaiki sifat fisik tanah, tambahkan pupuk kandang kambing dengan dosis 2-3 kg/m2 (2-3 minggu sebelum tanam). Aduk tanah dengan pupuk kandang dan siram sampai rata.

2. Penyiapan Bibit Tanaman 

Benih yang berkualitas adalah benih yang sehat (bebas sari patogen terutama penyakit sistemik), tidak mengalami gangguan fisiologis, mempunyai daya tumbuh yang kuat, dan memiliki nilai komersial di pasaran. Benih yang digunakan adalah stek berakar.

3. Penanaman

Jarak tanam yang digunakan adalah 10 x 10 cm dan kepadatan tanaman induk adalah 100 tanaman per per m2. Bahan tanaman berupa stek berakar. Lahan disiram sampai jenuh 1 hari sebelum tanam. Tanah digemburkan dan siram kembali sampai jenuh sesaat sebelum tanam. Penanaman dilakukan pada sore hari. Penyiraman tanaman induk dengan air secukupnya dan usahakan tanaman tetap berdiri tegak.

4. Pemeliharaan Penyulaman

Penyulaman tanaman dilakukan jika terdapat tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan baik. Penyulaman dilakukan pada saat awal masa tanam menggunakan bibit yang umurnya sama, sehingga tetap dapat menjaga keseragaman bibit yang dihasilkan.

5. Pengaturan Pencahayaan Tambahan

Kegiatan yang dilakukan sebagai usaha untuk mempertahankan tanaman induk krisan tetap berada pada fase vegetatif. Pencahayaan tambahan dilakukan Selama 4 jam setiap malam secara terus menerus atau dengan menggunakan metoda siklik.

6. Penyiraman

Pemberian air bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, menjaga stabilitas suhu, kelembaban media dan lingkungan tanam. Pennyiraman tanaman induk tiap pagi pada saat tanaman induk berumur 1 minggu. Pada umur lebih dari 1 minggu penyiraman dapat dilakukan 2-3 kali seminggu.

7. Pemupukan

Pemupukan adalah kegiatan memberikan berbagai jenis hara. Aplikasi untuk Krisan organik menggunakan biourine 250 ml/liter air, (dengan cara di cor per m2) dan disemprot 750 ml/14 lt air (seminggu sekali mulai 2 MST/3 hari setelah di cor).

8. Penyiangan

Penyiangan dilakukan setiap 2 minggu dan bisa lebih bilamana pertumbuhan gulma lebih cepat, frekuensi penyiangan akan menurun apabila tajuk tanaman sudah mulai menutup areal tanam secara sempurna. Gulma dapat dibersihkan secara manual dengan cara mencabut gulma sampai akar-akarnya atau dengan menggunakan alat penyiang lainnya.

9. Pengendalian OPT

Pengendalian OPT menggunakan pengendalian biologi dan pestisida alami. Tujuan dari pengendalian OPT ini adalah mengelola populasi OPT pada tingkat yang tidak merugikan secara ekonomi tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan dan mempertahankan produksi dan mutu stek krisan dari gangguan OPT.

10. Panen Bunga Krisan

Hal hal penting yang harus diperhatikan dalam tahapan pasca panen adalah:

1). Penentuan waktu yang tepat,

2). Teknik panen,

3). Transportasi hasil panen,

4). Penempatan hasilpanen,

5). Sortasi,

6 ). Packing ,

7 ). Penyimpanan ,

8). Transportasi dari kebun ke rumah/ kios dan

9). Distribusi ke konsumen.

Panen dapat dilakukan pada umur tanaman 90-100 hari sesudah tanam. Bunga siap dipanen setelah petal bunga membuka 75-100% (sesuai dengan permintaan konsumen). Secara umum, waktu panen yang baik adalah sekitar jam 6.00 sampai dengan jam 08.00. Cara panen bunga krisan potong bisa dengan menggunting atau memotong tangkai bunga sekitar 10 cm dari permukaan tanah.

Humas BPTP Balitbangtan Jawa Barat