JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Buah Kecapi Berdasarkan Kearifan Lokal Masyarakat di Jawa Barat

Kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr), atau sentul atau ketuat. Pohon kecapi merupakan pohon yang rimbun dan besar, dapat mencapai tinggi 30 m, meski umumnya di pekarangan hanya mencapai sekitar 20-an meter. Batang dapat mencapai diameter 90 cm, bergetah seperti susu.

Daun majemuk berselang-seling, menyirip beranak daun tiga, bentuk jorong sampai bundar telur dengan ujung meruncing dan membulat atau agak runcing di pangkalnya, berwarna hijau mengkilat di sebelah atas dan hijau kusam di sebelah bawah. Bunga dalam malai di ketiak daun, berambut, menggantung, berkelamin dua, bertangkai pendek, kelopak bertajuk (mahkota) 5 helai, berwarna kuning hijau.

Bentuk buah bulat agak gepeng, diameter 5-6 cm, berwarna hijau kekuningan atau kemerahan jika masak, berbulu halus seperti beludru. Daging buah bagian luar tebal dan keras menyatu dengan kulit, kemerahan, agak masam, daging buah bagian dalam lunak dan berair, melekat pada biji, berwarna putih, rasa masam sampai manis. Biji 2-5 butir, besar, bentuk bulat telur agak pipih, berwarna coklat kemerahan mengkilat dan keping biji berwarna merah.

Kecapi ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda (Sandoricum indicum berdaun kuning dan S. nervosum berdaun merah).

Pemanfaatan

Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade. Buah kecapi dapat diolah menjadi manisan, “chutney”, selai, jelly  “Marmelade”, Buah dapat diawetkan dalam hidangan dan juga sebagai pengharum alami. Daunnya yang segar bila digosokkan ke kulit akan berguna sebagai peluruh keringat dan rebusannya dapat digunakan sebagai obat demam. Serbuk kulit batangnya sangat mujarab untuk pengobatan  cacing gelang. Akar buah kecapi dapat dimanfaatkan sebagai obat anti diare, meredakan kekejangan, mengeluarkan angin dari perut, obat sakit perut (Tinggen,2000) dan penguat tubuh wanita setelah melahirkan.

Penyakit–penyakit yang dapat disembuhkan dari tumbuhan kecapi pada umumnya akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Hal itu sebabkan karena tumbuhan kecapi mengandung senyawa yang mempunyai bioaktifitas antibakteri yang dapat mengahambat pertumbuhan bakteri Micrococus luteus dan Eschericia coli (Suartini,2006). Tumbuhan kecapi juga memiliki senyawa kimia lainnya seperti flavanoid,saponin,dan polifenol,tetapi belum di ketahui senyawa mana yang menyebabkan tumbuhan kecapi memiliki bioaktivitas antibakteri (Djumidi,1997). Kulit batang kecapi mengandung senyawa yang bersifat anti fungi terhadap Candida albicans (Warsinah et al., 2011)

Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah (bangunan), bahan perkakas atau perabotan rumah tangga, kerajinan kayu,  dan peralatan lainnya. Kayunya mudah dikerjakan dan mudah dipoles.

Sumber : Drs. M. Iskandar Ishaq, MP (Peneliti BPTP Jawa Barat)