JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK, PENGENDALIAN GULMA, DAN PENGGUNAAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN (ALSINTAN) PADA TEKNOLOGI PATBO SUPER PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN

PATBO adalah  Padi Aerob Terkendali berbasis Bahan Organik.    Tanaman padi dalam kondisi aerob, pemberian udara dengan pengairan macak macak atau seperlunya.  PATBO SUPER adalah  paket teknologi budidaya padi dengan basis utama manajemen air, dan penggunaan bahan organik untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan  peningkatan produktivitas padi sawah tadah hujan.

Komponen teknologi PATBO SUPER antara lain yaitu: Penggunaan VUB kelompok amfibi dan genjah; Penggunaan bahan organik dan pupuk hayati.; Manajemen air.; Pengendalian gulma. ;dan Penggunaanalsintan untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja.

Penggunaan bahan organik adalah untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi pupuk kimia (N 25% , K 75%) serta mengikat air dalam tanah secara di lokasi (in situ), misalnya pemanfaatan jerami padi dengan menggunakan decomposer (mikroba pengurai) untuk mempercepat pembusukan, kemudian di hancurkan (gelebeg) dengan  menggunakan traktor.

Pupuk hayati diperlukan untuk menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah, dan mengurangi kerusakantanah seminimal mungkin, sehingga sumberdaya lahan tersebut dapat dipergunakan secara berkelanjutan.

Budidaya padi PATBO SUPER tidak dilakukan penggenangan seperti halnya budidaya padi konvensional.  Kondisi tanah macak-macak ini akan mengakibatkan gulma tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman padi. Oleh karena itu pengendalian gulma harus dilakukan sebelum gulma tumbuh, yaitu dengan menggunakan herbisida pra tumbuh. Jika masih terdapat gulma yang tumbuh saat pertanaman padi, maka pengendalian dapat dilakukan secara manual atau mekanik menggunakan gasrok atau alat power weeder.

Penggunaan alsintan bertujuan untuk efisiensi biaya, waktu dan tenaga kerja. Jenis Alsintan yang diperlukanpada lahan sawah tadah hujan antara lain Traktor, Jarwo Transplanter, Power Weeder, dan  (Mini) Combine Harvester.

  • Traktor; sangat diperlukan untuk pengolahan tanah dan sekaligus mengolah jerami menjadi pupukorganik dengan sistem penghancuran (gelebeg).
  • Jarwo Transplanter; penggunaannya sangat tergantung pada kondisi fisik lahan sawah tadahhujan pada umumnya lumpurnya dangkal sehiingga sangat cocok dengan penggunaan alat tanam Jarwo Transplater
  • Power Weeder; digunakan untuk menyiang gulma yang masih tumbuh hingga umur padi< 30 hst.
  • (Mini) Combine Harvester : Alat panen padi terpadu combine harvester digunakan untuk mempercepat panen dan mengumpulkan gabah serta dan mengurangi kehilangan hasil, tanpa perlu merontokkan padi dari malainya.
  • Dengan demikian penggunaan alsintan dapat mengurangi kejerihan kerja, menghemat waktu, menghemat biaya tenaga kerja, dan meningkatkan kualitas dan menekan kehilangan hasil.

Ditulis Oleh : Oswald.M

Sumber : Dr Yanto Hardiyanto, BPTP Jawa Barat, 2017, dan sumber lainnya.

PENGGUNAAN VARIETAS UNGGUL DAN MANAJEMEN AIR PADA TEKNOLOGI PATBO SUPER PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN

PATBO adalah  Padi Aerob Terkendali berbasis Bahan Organik.    Tanaman padi dalam kondisi aerob, pemberian udara dengan pengairan macak macak atau seperlunya.  PATBO SUPER adalah  paket teknologi budidaya padi dengan basis utama manajemen air, dan penggunaan bahan organik untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan  peningkatan produktivitas padi sawah tadah hujan.

Komponen teknologi PATBO SUPER antara lain yaitu: Penggunaan VUB kelompok amfibi dan genjah; Penggunaan bahan organik dan pupuk hayati.; Manajemen air.; Pengendalian gulma. ;dan Penggunaanalsintan untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja.

Varietas unggul padi amfibi yaitu varietas yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi banjir dan kekeringan. Sedangkan varietas genjah yaitu varietas umur pendek, yang berumur 105-124 HSS. Varietas unggul amfibiantara lain:  Situ Patenggang, Situ Bagendit, Limboto, Inpari 38,  Inpari 39, Inpago 8, Inpago 9.  Varietasunggul genjah antara lain:  Dodokan, Inpari 10 Laeya, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 40, Inpari 42 (Agritan GSR), Inpari 43 (Agritan GSR).  Tentu masih banyak varietas amfibi dan varietas padi genjah lainnya, bergantung pada ketersediaan benih dan kemampuan varietas tersebut menyesuaikan diri dengan kondisi lahan yang tersedia.

Padi adalah tanaman yang membutuhkan air.  Oleh karena itu, perlu pengaturan pemberian air secara makro atau mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Pengaturan air makro misalnya memanfaatkan sumber air dari: sumur pantek, sungai, embung, dll seefisien mungkin.  Pengaturan air mikro: secara mikro misalnya memberikan air sesuai kebutuhan tanaman yaitu pada fase vegetatif hingga stadia masak susu (reproduktif), dengan kondisitanah aerob/macak-macak.  Untuk  mengontrol tingkat kecukupan air dapat digunakan  alat AWD (Alternate Wetting and Drying) atau pengairan basah kering, dengan memantau tingkat muka air tanah melalui pipa yang di tanamkan ke dalam tanah.  Bila muka air tanah menurun, sawah harus segera di airi, juga pada saat pengisian bulir.  Sawah dikeringkan beberapa hari sebelum panen.  Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BPTP Jawa Barat.

Gambar 1. Pengairan basah keering melalui pemantauan muka air tanah pada pipa yang di tanam di lahan sawah  ( sumber : Dr. Yanto Surdiyanto, BPTP Jabar, 2017)

Ditulis Oleh : Oswald.M

Sumber : Dr Yanto Hardiyanto, BPTP Jawa Barat, 2017, dan sumber lainnya.

Obor Pangan Lestari (OPAL)

PATBO SUPER UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAWAH TADAH HUJAN

Sawah tadah hujan adalah sawah yang sistem pengairannya hanya mengandalkan curah hujan. Di musim kemarau sawah ini dibiarkan tidak diolah (bera) karena air tidak tersedia. Sehingga sawah tadah hujan umumnya hanya menghasilkan padi setahun sekali, paling banyak dua kali setahun.

PATBO adalah  Padi Aerob Terkendali berbasis Bahan Organik.   PATBO SUPER adalah  paket teknologi budidaya padi dengan basis utama manajemen air, dan penggunaan bahan organik untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pada sawah tadah hujan.

 

Komponen teknologi PATBO SUPER antara lain yaitu:

  • Penggunaan VUB kelompok amfibi dan genjah.
  • Penggunaan bahan organik dan pupuk hayati.
  • Manajemen air.
  • Pengendalian gulma.
  • Penggunaan alsintan untuk mengatasi kelangkaan tenaga

 

Faktor utama dalam meningkatkan produktivitas padi adalah Varietas Unggul Baru  (VUB) untuk padi.  Varietasunggul padi amfibi yaitu varietas yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi banjir dan kekeringan. Sedangkan varietas genjah yaitu varietas umur pendek, yang berumur 105-124 HSS. Varietas unggul amfibiantara lain:  Situ Patenggang, Situ Bagendit, Limboto, Inpari 38,  Inpari 39, Inpago 8, Inpago 9.  Varietasunggul genjah antara lain:  Dodokan, Inpari 10 Laeya, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 40, Inpari 42 (Agritan GSR), Inpari 43 (Agritan GSR).  Tentu masih banyak varietas amfibi dan varietas padi genjah lainnya, bergantung pada ketersediaan benih dan kemampuan varietas tersebut menyesuaikan diri dengan kondisi lahan yang tersedia.

Para petani dapat menggunakan varietas unggul baru yang bersifat amfibi atau genjah pada lahan sawah tadah hujan dan di tanam pada musim kemarau , unutk meningkatkan ideks pertanaman, kualitas hasil,  dan produktivitas tanaman, karena sinar matahari lebih banyak, serangan organisme pengganggu tanaman berkurang, asalkan  kebutuhan air tercukupi.

Gambar 1. Demplot Patbo Super  seluas 10 ha, dengan swadaya masyarakat 25 ha di Ujung Jaya Semedang, pada musim kemarau, dengan sumber air pompa dari sungai untuk meningkatkan indeks pertanaman ( sumber : Dr. Yanto Surdiyanto, BPTP Jabar, 2017)

Ditulis Oleh : Oswald. M 

Sumber : Dr Yanto Hardiyanto, BPTP Jawa Barat, 2017, dan sumber lainnya.

TANAMAN PERANGKAP HAMA MENDUKUNG PEERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN

Pertanian ramah lingkungan adalah  Usaha pertanian yang bertujuan untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan, baik secara fisik, kimia, biologi, maupun ekologi. Aspek keberlanjutan sistem produksi merupakan salah satu ciri pertanian ramah lingkungan. Pengendalian hama secara kimiawi akan menghasilkan residu, sehingga diperlukan alternatif lai yang ramah lingkungan, yaitu penggunaan refugia atau tanaman perangkap hama.  Refugia adalah tanaman merupakan habitat bagi musuh alami hama.  Manfaat refugia adalah memperindah lingkungan, mengusir hama, sebagai predator atau musuh alami, ekonomis dan menguntungkan, dan ramah lingkungan.

Beberapa jenis tanaman refugia yang berfungsi sebagai perangka hama antara lai : tanaman hias, seperti bunga matahari, sayuran sepeerti kacang panjang, gulma seperti babadotan, dan rumput setaria

Tanaman refguia di tanam sepanjang guludan secara memanjang, bisa di tanam lebih dahulu dari tanaman utama karena berfungsi sebagai pelindung, dan jangan terlalu dekat dengan tanaman utama karena menghindari persaiangan hara dan air, di tanam sejajar dengan arah sinar matahari  (timur – barat) supaya tanaman utama tidak terlindung, penyemprotan hama dilakukan bilampopulasi sudah sangat tinggi agar predator tidak ikut terbunuh.

Ditulis Oleh : Oswald. M

Sumber : Sinta A BBPP Lembang (2019), BPTP Jawa Barat, 2019; dan sumber lainnya.

 

Subcategories