JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Antusiasme Mahasiswa Universitas Advent Indonesia (UNAID) dalam Menambah Wawasan Teknologi Pertanian

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat selalu membuka pintu lebar bagi berbagai pihak yang ingin mengetahui informasi mengenai dunia pertanian. Hal ini ditunjukan dengan menerima kunjungan sekitar 74 mahasiswa dan 4 dosen program studi Biologi dan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Advent Indonesia pada Kamis (11/10).


Dr. Marvel Reuben Suwitono, selaku dekan UAI menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut yakni untuk memperkenalkan lingkungan kerja dan menambah wawasan mengenai pertanian di Indonesia. Disambut langsung oleh Kepala BPTP Jabar, Dr. Liferdi Lukman, dalam pemaparannya, beliau mengajak mahasiswa/i untuk tertarik dengan lingkungan pertanian. Ia memberikan gambaran bahwa orang-orang terkaya di Indonesia berasal dari industri pertanian seperti tembakau, sawit, dll. Ia pun menyampaikan mengenai teknologi pertanian Indonesia kini tak kalah maju dan modern, “Saat ini perkembangan teknologi begitu luar biasa, dengan handphone, kita kini dapat mengendalikan penyemprotan pada tanaman” terang beliau sambil menunjukan video mengenai alat mekanisasi pertanian terbaru. Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan profil, pencapaian dan teknologi yang sudah dikembangkan BPTP Jabar oleh Bapak Didit Rahadian, S.TP, M.Sc, selaku Kasie KSPP.

  

Antusiame dosen juga mahasiswa/i yang mengenakan jas almamater kuning dan biru ini begitu luar biasa, hal ini dapat terlihat ketika sesi tanya jawab dan diskusi berlangsung. Salah satu mahasiswi sempat menanyakan mengenai kemampuan petani memiliki alat-alat pertanian modern, dan langsung dijawab Dr. Oswald Marbun, selaku penyuluh BPTP Jabar, ia menjelaskan bahwa hingga kini pemerintah amat sangat berperan dalam memberikan bantuan dan edukasi terhadap petani untuk memajukan pertanian masyarakat. Koordinator Program, Dr. Yanto, ikut menambahkan bahwa kemajuan teknologi yang diberikan kepada kelompok tani, kemudian dilakukan pengkajian lebih dalam, karena setiap teknologi tidak akan persis sama perlakuannya, setiap wilayah memiliki unsur tanah dan iklim yang berbeda, untuk itu BPTP Jabar melakukan pengkajian berdasarkan spesifik lokasi. Kunjungan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian berbagai leaflet, buku dan hasil litkaji BPTP Jawa Barat.