JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Uncategorised

Cianjur Jago Dengan Champion Cabenya

 

BPTP Jabar bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kab. Cianjur dan Dinas Pertanian Propinsi Jabar mengadakan FGD peran berbagai stakeholder dalam menjaga pasokan cabai nasional pada Selasa (10/09/19). Bertempat di Dinas pertanian Kab. Cianjur, FGD ini merupakan bagian dari kegiatan Pendampingan Kawasan Hortikultura. Hadir pada kegiatan ini, Dinas Pertanian Cianjur yang diwakili Kabid Hortikultura dan Kabid Bina Usaha,  Dinas Perdagangan Cianjur,  Dinas Kehutanan Cianjur,  Dinas Pertanian Propinsi Jabar, STA Cianjur, 6 champion Cabai Cianjur dan Champion Cabai Propinsi Jabar.

 

FGD ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran kerjasama yang cukup harmonis antar stakeholder yang berperan menjaga stabilitas pasokan cabai.  Apabila terjadi harga tinggi,  Cianjur merupakan sentra cabai andalan dalam memasok stok operasi pasar nasional ke Jakarta oleh pemerintah pusat. Suhendar, champion cabai Cianjur sekaligus ketua Gapoktan Mujagi menyampaikan kesiapannya dalam menjaga stok cabai nasional. “Kami selalu siap menjaga stok cabai nasional dengan satuan ton dalam satu malam,  apabila diminta pusat dengan mengerahkan anggota anggota champion yang tersebar di cianjur utara,  tengah,  dan selatan” ujar Suhendar.

 

Terdapat 5 bahasan untuk FGD, yaitu fluktuasi harga, kebutuhan cabai, peran stakeholder, hubungan antar stakeholder, dan umpan balik. Kegiatan FGD berjalan dengan lancar dan para peserta antusias mengeluarkan pendapat kelompoknya masing-masing sehingga diskusi berjalan dengan hidup dan tidak ketinggalan pula peran dari pemerintah pusat dan daerah didalam memberi dukungan terhadap champion. Pak Juhara,  champion propinsi Jabar serta pak Adang, kasie Sayuran dinas propinsi jabar sepakat memberi apresiasi bahwa champion cabai cianjur dengan berbagai stakeholder sangat solid sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain.

 

Berbagai faktor positif pendukung keharmonisan stakeholder di cianjur adalah:

 1)komitmen anggota yang patuh

2) Petani milenial dengan semangatnya untuk maju, memberi contoh dengan bukti nyata,  dan jiwa sosial yang tinggi untuk tidak selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah, 

3)Kerjasama yang harmonis pemda,  pemprop,  dan pempus yang cukup baik karena masing-masing pihak yang terbuka,  komunikatif, dan transparan,

4)Posisi strategis cianjur dengan kedekatannya dengan DKI juga memiliki banyak pasar premium lainnya, 5) Kontrak menjadi jaminan pasar. Anggota champion saling membantu dalam memenuhi stok kontrak dengan koordinasi champion kabupaten.

 

Dampak dari kegiatan ini akan dilanjutkan dengan melaksanakan FGD yang sama di kabupaten lain dan tingkat propinsi Jabar dibawah komando Dinas Pertanian Propinsi Jabar.  Pak Adang, kasie sayuran menyampaikan minggu depan akan dilaksanakan FGD propinsi dengan menggandeng BPTP Jabar sebagai narasumber

 

#BPTPJabar #PertanianBekerja #Cabai #CabaiCianjur

 

Dapatkan informasi menarik lainnya, melalui :

Website: jabar.litbang.pertanian.go.id / jabar.bptpnews.id

Instagram & Twitter : @bptpjawabarat

Facebook : BPTP Balitbangtang Jabar

Youtube : BPTPJawaBarat

 

Humas BPTP Jabar

test

test

LTT

ZONA INTEGRITAS BPTP JAWA BARAT

Pemerintah   telah   menerbitkan Peraturan   Presiden   Nomor   81   Tahun   2010   tentang   Grand   Design Reformasi   Birokrasi   yang   mengatur   tentang   pelaksanaan   program reformasi  birokrasi.  Peraturan  tersebut  menargetkan  tercapainya  tiga sasaran  hasil  utama   yaitu  peningkatan  kapasitas  dan  akuntabilitas organisasi,  pemerintah  yang  bersih  dan  bebas  KKN,  serta  peningkatan pelayanan  publik.

Dalam  rangka  mengakselerasi  pencapaian  sasaran hasil tersebut, maka berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.(download file : permenpan2014_052.pdf)

Predikat Menuju WBK adalah predikat yang  diberikan  kepada  suatu  unit  kerja  yang  memenuhi  sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan  akuntabilitas kinerja, sedangkan Predikat Menuju WBBM adalah predikat   yang   diberikan   kepada   suatu   unit   kerja/satuan kerja yang sebelumnya telah mendapat predikat Menuju WBK dan memenuhi   sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

UPSUS

More Articles ...

Subcategories

Subcategories