JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PATBO SUPER Solusi Percepatan Luas Tambah Tanam Padi

Subang, 08/05/2018, Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi di Jawa Barat tim upsus Jabar melaksanakan Gerakan Percepatan Luas Tambah Tanam Padi di Desa Siluman Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang. Luas hamparan yang di tanam hari ini sekitar 2 hektar dari total luas hamparan 1.400 ha untuk Kec. Pabuaran bulan ini. Target Luas Tambah Tanam di Kabupaten Subang pada bulan Mei adalah 17.900 Hektar, dikarenakan akan segera menghadapi bulan Ramadhan maka targetnya utamanya menjadi 70 % atau sekitar 12.500 Hektar yang diharapkan dapat dicapai sebelum memasuki bulan puasa.

Pada kegiatan tersebut Penjab Upsus Jawa Barat Ir. Banun Harpini, M.Sc mengatakan bahwa di Luas Tambah Tanam pada Oktober - Maret 2017/2018 Kabupaten Subang menduduki peringkat kedua Se Jawa Barat maka dari itu tantangan di Bulan Mei ini yang akan menghadapi Bulan Ramadhan tanam padipun masih harus berlanjut, beliau menyampaikan agar harga padi tetap stabil maka target tanam harus dinaikkan yang tadinya 600 hektar/hari menjadi 1.000 hektar/hari, disamping Desa Siluman yang memiliki lahan 1.400 hektar ini sangatlah potensial untuk menjadi penyumbang pangan Nasional.

Dr. Liferdi Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat sekaligus Penanggung Jawab UPSUS Kab. Subang mengatakan "Desa Siluman memang sangat potensial dalam hal luas tambah tanam padi, tapi sayangnya masih lahan tadah hujan atau bergantung kepada musim hujan, beliau menjelaskan "seyogyanya bahwa tanaman padi itu bukanlah tanaman air tetapi lebih ke tanaman yang membutuhkan air, terus kapan waktu yang baik untuk menanam tanaman padi ? tanyanya, waktu yang baik untuk menanam tanaman padi adalah dimusim kemarau tetapi harus ada air, beliau mengegaskan bahwa musim kemarau adalah waktu yang paling baik untuk produksi padi jika air tersedia, karen cahaya full untuk fotosintesis, dan serangan hama penyakit yang rendah" jelasnya.

Dr. Liferdi mengungkapkan untuk meningkatkan LTT di Jawa Barat dapat dilakukan dengan penerapan teknologi PATBO SUPER (Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik) yaitu Sistem budidaya padi spesifik lahan sawah tadah hujan dengan memanfaatkan kekuatan biologis tanah sebagai pabrik pupuk alami dalam ekosistem tanah, diimbangi dengan penggunaan pupuk anorganik dan dipadukan dengan tata kelola air secara terencana. Ada 5 komponen dalam teknologi tersebut yaitu Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) kelompok ampibi, manajemen air, penggunaan bahan organic, penggunaan alsintan, dan penanggulangan gulma. “Teknologi Patbo Super telah kami buktikan efektive dalam meningkatkan produktivitas padi lebih dari 20%, dan meningkatkan IP pertanaman tentunya” ungkap Liferdi.