JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PANEN RAYA PADI OLEH MENTERI PERTANIAN RI

Desa Mancagahar Kec. Pamengpeuk Kab. Garut Jawa Barat SELASA, 06 FEBRUARI 2018

Kegiatan panen raya bersama dilakukan oleh Menteri Pertanian (Dr. A. Amran Sulaeman), Wagub Jabar (Dedi Mizwar), Kasdam III siliwangi (Yosua Pandit Sembiring), Bupati Garut (H. Rudi Gunawan, SH. MH. MP), Dir. PIHC, dir. SHS, Ka Satgas Pangan, Dirut Bulog, KPPU, UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian (BPTP JAWA BARAT, BBSDLP, BALITTRO)

Panen dilakukan pada areal seluas 300 Ha dari 764 Ha. Varietas yang ditanam didominasi oleh Ciherang dan Mekongga.Tingkat produktivitas mencapai sekitar 7.4 ton/ha GKP atau 6.9 GKG. Pada saat menjelang panen raya ini telah terjadi penurunan harga gabah di tingkat petani (GKP) sebesar 30%. Yaitu dari Rp. 5.800 menjadi Rp. 4.500 s/d 4.8000 / kg GKP.

Kabupaten Garut pada bulan Februari 2018 memiliki luas panen mencapai 22.972 ha dengan produktivitas 6.9 ton/ha GKG berarti produksi mencapai 158.506 ton GKG setara dengan 99.859 ton beras.
Dengan tingkat konsumsi beras per bulan di Kabupaten Garut berdasarkan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa sebesar 28.266 ton beras. Berarti bulan Februari 2018 Kabupaten Garut surplus beras sebanyak 71.593 ton.

Untuk tingkat Jawa Barat luas panen pada Februari = 160.000 ha dan Maret 275.000 ha. Produksi GKG Provinsi Jawa Barat : Januari = 610.000 ton (setara beras 382.000 ton), Februari = 950.000 ton (setara beras 600.000 ton) dan Maret = 1.600.000 ton (setara beras 1.000.000 ton). Konsumsi beras per bulan Provinsi Jawa Barat sebesar 330.000 ton beras. Jadi terjadi SURPLUS beras bulan Januari 52.000 ton, Februari surplus 270.000 ton dan Maret surplus 670.000 ton.

Dalam acara sambutan, Bupati Garut dan Wagub Jawa Barat menyampaikan bahwa garut khususnya dan Jawa Barat secara umum tidak memerlukan beras impor karena sdh bahkan surplus beras, dan bisa meyebabkan kerugian bg petani.

Kasdam Siliwangi III menyampaikan bahwa jajaran TNI siap membantu mensukseskan dan mengawal program pertanian, hingga ke tingkat Desa. TNI telah berhasil melakukan cetak sawah sebanyak 551 hektar.
Dalam arahannya, Mentan RI menyampaikan terima kasih kepada para petani Indonesia termasuk yg ada di Garut ini. Saat ini, Kita telah mampu melakukan ekspor jagung, beras, bawang merah. Untuk cabai kita bisa penuhi tanpa impor lagi. Para petani tidak perlu lagi takut dengan kegagalan asalkan mau untuk ikut asuransi. Contoh nyata, peternak dari Poknak Cibodas Cikajang mendapat ganti rugi sebesar Rp. 10jt karena kematian 1 ekor sapi. H. Kasim dari Mekarjaya Leuwigoong mendapat polis sebesar Rp. 40,89 juta karena 68 hektar lahan kekeringan.

Terakhir, Pa Mentan mengajak para penyuluh untuk terus bekerja sebagai ujung tombak pertanian. Berbagai informasi teknologi, bantuan benih, alsintan, dsb perlu disampaikan kepada para petani.

"TANAM DAN PANEN UNTUK KEDAULATAN PANGAN"