JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jarwo Super Berpotensi Dongkrak Produksi Padi di Cianjur

Beras Cianjur terkenal lezat karena pulen strukturnya sedikit lengket dan teksturnya lembut. Karena harganya mahal beras ini biasanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas. Sebut saja beras Pandan Wangi yang biasa tersedia di restoran elit dan hotel berbintang. Demikian Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Cianjur, M. Nano SP, MP mengatakan.

Di bulan Januari ini, kabupaten Cianjur dengan luas sawah baku sekitar 65.000 ha, tidak ada henti-hentinya panen. Hari ini giliran Kecamatan Cikalongkulon yang memiliki sawah irigasi sekitar 2018 ha dan sawah non irigasi 451 ha tengah melaksanakan panen. Kasie Padi, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Yati Rachmawati mengatakan bahwa panen kali ini di Cikalongkulon sekitar 315 ha yg tersebar di Desa Majalaya, Sukagalih, Padajaya, dan Neglasari.

Lebih lanjut Bu Yati mengatakan bahwa petani di Cianjur menyukai varietas Ciherang terutama di sawah irigasi. Kalau di sawah non irigasi petani biasanya tanam varietas lokal seperti pandan wangi, mujaer mundur, beras merah, dan beras hitam. Bahkan empat varietas lokal tersebut, kini bersama Bptp Jabar sedang diproses patennya di Kementan.

Lebih lanjut Bu Yati mengatakan bahwa melalui program UPSUS kini petani mendapat introduksi varietas unggul baru, yaitu IPB 3S dari IPB bogor dan inpari 30 dan Inpari 32 dari Badan Litbang Pertanian. Nampaknya varietas introduksi tersebut dapat meningkatkan produksi padi Cianjur.

Selanjutnya juga Bp Nano mengatakan bahwa produktivitas padi saat panen kali ini berkisar antara 6-7 t/ha GKP di sawah irigasi dengan indeks pertanaman 2-3 kali tanam dalam setahun serta 5-6 t/ha GKP di sawah non irigasi dengan IP 1 kali dalam setahun. Bp. Nano menambahkan bahwa dengan produktivitas tersebut,tahun 2017 Cianjur surplus beras lebih dari 500 ribu ton. Realisasi produksi tahun 2017 sebesar 935277 ton GKP, melampaui target 882582 ton atau realisasi mencapai 105%.

Hal ini diamini oleh penanggung jawab UPSUS kabupaten Cianjur, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang Ir Bandel Hartopo MSc. Bandel mengatakan bahwa luas tambah tanam di Kabupaten Cianjur cukup baik, sehingga realisasi panennya melampaui target.

Namun demikian Kepala Bptp Jabar Dr Liferdi mengatakan bahwa produktivitas padi di Cianjur masih dapat ditingkatkan. Hasil demplot Badan Litbang Pertanian menunjukkan bahwa teknologi Jarwo Super dapat menghasilkan padi lebih dari 11 t/ha GKP. Ini hampir dua kali lipat produktivitas rata-rata kabupaten Cianjur yang hanya 5.8 t/ha GKP (BPS, 2016). Teknologi Jarwo Super yang terdiri dari: varietas Inpari 32, tanam jajar legowo 1:2, pemupukan berimbang, pupuk hayati dan biodekomposer, biopestisida, serta penggunaan alsintan jarwo transplanter dan combine harvester mempunyai prospek yg sangat baik untuk meningkatkan produksi padi di Cianjur.

Hadir dalam acara panen: Kepala dan staf Dinas Pertanian, para penyuluh, camat, kades, dan para petani setempat. Hadir pula Ka BBSDLP, Ka BB Pelatihan Pertanian Lembang dan staf, dan Ka BPTP Jabar dan staf. Tampak hadir pula Danramil Cikalongkulon serta sejumlah Babinsa lingkup Cikalongkulon.

Humas BPTP Balitbangtan Jabar