JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

RAPAT KONSOLIDASI UPSUS PAJALE

(Rabu, 14/07/2017) Rapat Konsolidasi UPSUS Pajale dilaksanakan di Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat yang di hadiri oleh :
Kepala Badan Karantina Pertanian Selaku Ketua Penanggungjawab Upsus Pajale Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Para Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Se Provinsi Jawa Barat, Asisten Teritorial Kasdam III/Siliwangi, Dandim Dan Danrem Se-Jawa Barat Kepala Biro Produksi Dan Industri Setda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Sda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Kepala Perum Jasa Tirta Ii Jatiluhur, Kepala Kantor BMKG Provinsi Jawa Barat, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat Dan Banten, Kepala Bidang Dan Balai Lingkup Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, serta jajaran undangan terkait.

Rapat Konsolidasi UPSUS Pajale di buka oleh sambutan dari Sekretaris Distan Horti Prov. Jawa Barat Bpk. Ibrahim Syaf S.A, yang melaporkan bahwa pada tahun 2016 Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi dengan peningkatan terbesar produksi padi Atap 2016 dibanding Atap 2015 sebesar 1.167.407 ton GKG menjadi sebesar 12.540.550 ton GKG, produksi jagung juga mengalami peningkatan sebesar 670.305 ton PK dibanding Atap 2015 menjadi 1.630.238 ton PK, namun produksi kedelai mengalami penurunan sebesar 6.680 ton BK menjadi 92.078 ton BK, sedangkan produksi padi Aram I 2017 dibanding Atap 2016 mengalami peningkatan.

Penanggung jawab UPSUS Pajale Provinsi Jawa Barat ibu Banun Harpini
Dalam paparannya beliau menjelaskan terkait Konsolidasi Data BPS Tahun 2017 dengan adanya selisih angka Luas Tanam Padi Januari-April 2017 yang signifikan antara percepatan BPS dengan data UPSUS, dengan konsolidasi data yang kurang tersebut dapat menyelesaikan kekurangan (missing) data LTT, dalam paparanya juga beliau menjelaskan terkait target realisasi tanam padi April-September tahun 2017 Provinsi Jawa Barat yang mengalami perubahan dari Bulan - kebulan ada yang mencapai target dan ada yang belum mencapai target, Serta penyelesaian terkait kendala tersebut adalah harus dioptimalkan waduk dan irigasi yang tersedia di setiap daerah di wilayah provinsi Jawa Barat guna menghadapi musim kemarau yang menurut BMKG akan terjadi hingga bulan September 2017.

Dilanjutkan dari paparan oleh Asisten Teritorial Kodim III Siliwangi
Yang melaporkan terkait masalah pendampingan kepada para petani yang harus ditingkatkan guna mendapatkan sesuatu serta mengembangkan keseriusan kearah yang lebih penting, baik itu percepatan tanam ataupun produktivitas yang naik lalu beliau juga menghimbau agar Kodim dan Kadistan harus bersinergi dilapangan untuk mencari solusi untuk persoalan yang ada dilapangan.

Dan terakhir Kepala BPTP Balitbantan Jawa Barat melaporkan bahwa di Provinsi Jawa Barat terdapat wilayah yang terkena hama wereng dan luas serangan terbesar terdapat di Kabupaten Karawang seluas 343 ha hal ini dikarenakan kabupaten Karawang merupakan sentra padi di provinsi Jawa Barat, Bptp Balitbangtan Jawa Barat melakukan langkah-langkah penanganan wereng batang coklat seperti koordinasi dengan BPTPH Provinsi Jawa Barat dan BPOPT Jatisari, Mengidentifikasi serangan Wereng Batang Coklat di tingkat provinsi dan Kabupaten dan Mendiseminasikan rekomendasi teknis penanganan Wereng Batang Coklat.