JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TEMU LAPANG “INOVASI TEKNOLOGI PADI MENDUKUNG DESA MANDIRI BENIH DALAM RANGKA MENSUKSESKAN UPSUS DI BPTP JAWA BARAT”

BPTP Jawa Barat menyelenggarakan Temu Lapang dengan tema “Inovasi Teknologi Padi Mendukung Desa Mandiri Benih dalam Rangka mensukseskan UPSUS di Jawa Barat” di lokasi Kelompok Tani Angsa 1, Desa Jati Tengah, Kecamatan Jati Tujuh, Kabupaten Majalengka, tanggal 4 Agustus 2016. Acara dihadiri oleh Pimpinan Komisi IV DPR RI Dr. E. Herman Khaeron , Kepala Badan Karantina Pertanian sebagai Penanggung Jawab UPSUS Provinsi Jawa Barat, Asterdam Kodam III Siliwangi, Bupati Kabupaten Majalengka, dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi jawa Barat, Kepala BPTPH Prov. Jawa Barat, dinas terkait dan petani/penangkar dari Majalengka, Kuningan, Indramayu, Cirebon, dan Sumedang.

Acara diawali panen produksi benih padi di Laboratorium Lapang (LL) seluas 2 ha dengan varietas Inpari 31 dan display 10 varietas unggul (Inpari 7, Inpari 28, Inpari 31, Inpari 32, Sintanur, Inpago 5, 8, dan 9, Situ Patenggang dan Situ Bagendit). Hasil ubinan tertinggi dicapai Inpari 31 yaitu8,99 ton/ha GKP (Inpari 31) dan  tanam padi menggunakan Indo Jarwo Transplanter.Acara dilanjutkan uji rasa nasi dari varietas display.

Kepala BPTP Jawa Barat dalam sambutannya mengatakan bahwa BPTP Jawa Barat hadir untuk mengawal penerapan teknologi pertanian di Jawa Barat, terutama komoditas padi. Di Kabupaten Majalengka pengawalan tersebut dilakukan dalam bentuk display varietas, demplot Katam, Jarwo, dan demplot teknis produksi benih. Hal tersebut merupakan dukungan langsung BPTP Jawa Barat dalam rangka mensukseskan UPSUS di Jawa Barat, dibuktikan dengan peningkatan produktivitas padi dari 5,9 ton/ha menjadi 6,3 ton ha pada pertanaman periode Asep 2016.Bentuk dukungan lain berupa UPBS BPTP Jabar yang memproduksi benih sumber, benih dasar, dan benih pokok.

Beliau juga menambahkan bahwa penerapan teknologi Jajar Legowo (Jarwo) di Jawa Barat mampu meningkatkan produktivitas sebesar 18,7%, sedangkan Jarwo Super memberikan hasil rata-rata diatas 10 ton/ha. “Bahkan di beberapa lokasi, hasil Jarwo Super bisa mencapai 14,2 ton/ha” tambahnya.

Sedangkan Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Bidang Pembangunan dalam sambutannya menyatakan ucapan terima kasih atas dukungan dari BPTP Jawa Barat dalam rangka mewujudkan kemandirian benih di Majelangka, terutama dalam rangka peningkatan kualitas penangkar benih padi. Ditambahkan pula bahwa Majalengka siap menjadi wilayah swasembada benih padi.

Ir. Banun Harpini, M.Sc dalam sambutannya menyatakan bahwa luas baku sawah dan saluran irigasi di Jawa Barat yang lebih kecil dibandingkan Jawa Timur dan Jawa Tengah namun diberi target produksi yang lebih tinggi dibandingkan kedua provinsi tersebut, maka peningkatan produktivitas menjadi hal yang sangat penting. Hal tersebut dapat dicapai, maka penggunaan varietas yang sesuai dengan agroekosistem setempat, perbanyakan desa mandiri benih, pengaturan air, disamping peningkatan luas tambah tanam.

Dr. E Herman Khaeron selaku pimpinan Komisi IV DPR RI dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kepada di Balitbangtan dalam hal ini BPTP Jawa Barat atas dukungan teknologi yang diberikan terutama dalam kaitannya dengan teknologi benih adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga peningkatan produktivitas dapat dicapai. Beliau menambahkan bahwa selain dukungan teknologi, perlu adanya strategi pemasaran hasil yang tepat sehingga teknologi yang diterapkan betul-betul mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, diversifikasi pangan menjadi hal yang harus segera dilakukan untuk mengurangi tingkat konsumsi beras sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan.

Acara dilanjutkan penyerahan bantuan berupa benih kepada 5 petani/penangkar diri Kabupaten Majalengka, Sumedang, Indramayu, Kuningan, dan Cirebon. Dialog interaktif dilakukan pada akhir acara antara petani/penangkar dengan stakholder yang hadir pada acara Temu Lapang guna mencari penyelesaian semua permasalahan yang dihadapi petani baik dalam hal kebijakan maupun teknis lapangan.