JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bawang Putih varietas Lokal Tawangmangu Baru di Tegal, Jawa Tengah, mencapai 35 ton/ha

Temu lapang panen bawang putih dilaksanakan pada tanggal 1 oktober 2019, di desa Rambul, kec. Bojong, kab Tegal, Jawa Tengah. Temu lapang ini untuk mendesiminasikan paket teknologi produksi bawang putih yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Adapun yang diundang adalah Kepala Dinas Pertanian Tegal, wakil Balai benih, Puslitbanghorti, wakil 5 BPTP, petugas Dinas pertanian kabupaten dan petani sentra bawang putih.

Acara panen ini merupakan kelanjutan panen varietas sebelumnya, Lumbu Hijau yang dapat mencapai 29 t/ha. Sedangkan panen saat itu, varietas Tawangmangu Baru mencapai 35 t/ha. Acara panen dilakukan bersama dengan Kepala Dinas Pertanian kab Tegal dan kepala Balitsa.

Dalam sambutannya, ibu kadis bersyukur bahwa produksi bawang putih di Tegal dapat mencapai 30 t/ha lebih dan berharap agar petani bawang putih terus dapat meningkatkan produksinya di bawah bimbingan Balitsa. Sementara itu kepala Balitsa, Dr. Catur Hermanto berharap agar produktivitas bawang putih yang tinggi ini diikuti dengan peningkatan kualitas dan luas panen bawang putih. Kedua varietas lokal, Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru memiliki produksi dan kualitas yang tidak kalah dengan bawang putih impor. Paket teknologi produksi akan terus diperbaiki terdiri dari benih, varietas, pemupukan, jarak tanam, pengairan, dan pengendalian hama penyakit.

Dr. Meksy Dianawati yang hadir mewakili BPTP Jabar menambahkan bahwa cuaca yang kering dan dingin dan ketersediaan air yang melimpah sangat mendukung produksi bawang putih. Teknogi mulsa jerami terlihat lebih unggul dibandingkan mulsa plastik karena cuaca yang panas dan lebih memudahkan dalam hal penyiraman dan pemupukan. Penerapan teknologi budidaya yang maksimal seperti penggunaan benih sehat berukuran besar, pengairan yang cukup, pengendalian gulma dan hama penyakit yang intensif sangat mempengaruhi produksi bawang putih.