JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

2.6 Ton Dracaena Sukabumi Di Ekspor Menuju Oman dan Russia

Direktur Buah dan Florikultura, Dr.Liferdi, melepas ekspor 2.6 Ton tanaman Dracaena menuju Oman dan Russia pada Jumat (02/08/19). Bertempat di Gapoktan Alamanda, Desa Sudajaya Girang, Selabintana, Sukabumi, masing-masing negara tujuan tersebut akan menerima 1.3 Ton Draceana.

"Ini sesuai dengan arahan Pak Menteri bahwa Kita diminta untuk ekspor hortikultura, termasuk tanaman hias seperti draceana, Alhamdulillah sekarang ekspor kita semakin meningkat hingga 11%" ungkap Dr. liferdi dihadapan wartawan.

Dr. Liferdi mengatakan bahwa potensi bisnis tanaman ini masih terbuka lebar. Terlebih, Indonesia adalah negara agraris penghasil Dracaena berkualitas tinggi karena memiliki ketahanan yang cukup lama dan memiliki bentuk warna unik pada bagian daun dan batang. "Jadi tolong diingat untuk tanaman hias ini bukan hanya dinilai dari volume ekspornya saja, tapi juga dilihat dari estetikanya. Apalagi dracaena kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki dracaena negara lain," katanya.Beliau juga menjelaskan bahwa ekspor tanaman terus mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan ini terlihat dari data volume tahun 2017 yang mencapai 3,904,010 pieces. Selanjutnya pada tahun 2018, jumlah tersebut kembali naik hingga 20,221,200 pieces.

Kementerian Pertanian dibawah arahan Mentan Amran, terus mendorong petani dan pelaku usaha tani untuk meningkatkan produksi. Dorongan itu antara lain dengan memberi pelatihan dan bimbingan teknis. Ketua Asosiasi Florikultura Sukabumi, Anas Anis menyampaikan terimakasih atas dukungan pemerintah dalam mendampingi petani, eksportir dan para pengusaha bunga di Jawa Barat. Apalagi, bantuan tersebut langsung menyentuh titik teknis dan strategis.

"Alhamdulillah kita diberi kemudian pada proses perizinan. Kemudian kita diberi modal mobil dapotan. Di samping itu ada bimbingan teknis dan pengembangan-pengembangan lain," katanya. Salah satu petani sekaligus pengrajin bunga Suji Dracaena, Dadang Bucek mengaku kewalahan dengan pemesanan eksporyang datang. Apalagi, bahan baku yang diperoleh masih terbilang minim karena terbatasnya lahan.  "Untuk produksi satu kontainer saja kita memerlukan 200.000 tanaman. bayangkan saja jika permintaanya 5 kontainer, ini masih kurang" katanya.

Dadang Bucek berharap pemerintah terus memperkuat kontribusinya dengan membuka lahan baru di kawasan Jawa Barat, khususnya di Sukabumi. Setidaknya, untuk memenuhi pasar dunia area lahan yang dibutuhkan sekitar 10 hektar untuk dikelola oleh 1 kelompok tani. "Mudah-mudahan pemerintah membuka lahan baru karena untuk memenuhi pasar dunia adalah 10 hektar untuk 1 kelompok tani," katanya.

Selama ini, wilayah Sukabumi merupakan sentra tanaman hias berkualitas tinggi, karena kontur tanah pegunungan dan pupuk alami yang mudah didapatkan. Beberapa diantaranya adalah bunga krisan, sedapmalam, daun potong dan dracaena.

Humas BPTP Jabar