JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Sinergi Berbagai Pihak Dorong Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal Mangga Karawang

Sobat Tani, Tim Gabungan yang terdiri dari berbagai Unit Kerja bidang Pertanian bersinergi untuk terus mendorong Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal Tanaman Mangga di Kabupaten Karawang.

Tim Gabungan tersebut yakni Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Sub Bidang Pendaftaran Varietas Lokal Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP), dan Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kab. Karawang. Bekerja sama dengan petani dan penangkar bibit tanaman buah Kab. Karawang, Tim Gabungan ini telah melakukan identifikasi dan karakterisasi (pengamatan sifat morfologis dan agronomis) selama dua hari, 15 – 16 Oktober 2019.

Berlokasi di Kec. Talagasari dan Kec. Karawang Timur, tahap selanjutnya setelah identifikasi dan karakterisasi selesai yakni dilakukan penyusunan dokumen pendaftaran varietas lokal tanaman untuk kemudian ditandatangani oleh Bupati Karawang.  Setelah itu pendaftaran varietas melalui jalur online ke Pusat PVTPP dapat dilaksanakan. Jika semua persyaratan telah terpenuhi,  maka selanjutnya menunggu keluarnya sertifikat tanda daftar varietas.

Mengapa Pendaftaran Varietas penting?

Dalam UU No 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman dan PP No. 13 Tahun 2004 tentang Penamaan, Pendaftaran, dan Penggunaan Varietas Asal untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial yang menyebutkan bahwa :

(1) Varietas Lokal adalah milik masyarakat dikuasai oleh Negara dan dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah berkewajiban memberikan penamaan dan pendaftaran terhadap varietas lokal, (2) Varietas Asal untuk menghasilkan Varietas Turunan Esensial (VTE) terlebih dahulu harus diberi nama dan didaftarkan oleh pemerintah, dan (3) Ketentuan penamaan, pendaftaran Varietas Lokal dan Hasil Pemuliaan diatur oleh Peraturan Menteri Pertanian No. 01/Pert/SR.120/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman.

Adapun tujuan dan manfaat pendaftaran varietas lokal adalah (1) memberikan kejelasan Nama suatu Varietas, Deskripsi, Sebaran Geografis dan Pemilik Varietas, (2) adanya database Varietas Lokal pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) akan mempermudah upaya Pelestarian dan Pemanfaatan Plasma Nutfah (Sumber Daya Genetik) oleh berbagai pihak yang tersebar di Indonesia, (3) apabila Varietas Lokal yang telah didaftarakan pada Pusat PVTPP dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membuat VTE dan VTE tersebut diajukan Hak PVT, maka pihak lain tersebut harus meminta izin kepada pemilik varietas dan pemilik varietas dapat memperoleh manfaat ekonomi dari penggunaan tersebut, dan (4) apabila ada penggunaan material genetik yang berasal dari Varietas Lokal yang belum terdaftar di Pusat PVTPP, maka tidak dapat mengklaim sebagai pemilik varietas karena tidak memiliki legal aspect atau bukti secara hukum dari Pusat PVTPP, kecuali Varietas hasil pemuliaan yang telah memperoleh Hak PVT.

Hasil Identifikasi Tim Gabungan

Identifikasi dan karakterisasi dilakukan secara bersama-sama yakni oleh Tim Pelaksana Kegiatan Sumber Daya Genetik (SDG) BPTP Jawa Barat, Lembang (Drs. M. Iskandar Ishaq, MP., Atin Yulyatin, SP., dan Fyannita Perdhana, SP.), Tim Pelaksana Kegiatan SDG Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Bogor (Ir. Rita Indrasti, M.Si., dan Ir. Siti Sehat Tan, M.Si.),  Staf Sub Bidang Pendaftaran Varietas Lokal dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) yakni Aty Patrioza, S.Sos., Asep Saprudin, SP. (Kepala Seksi Buah, Bidang Hortikultura) dan Didik Purnamadika, SP. (Staf Bidang Hortikultura), Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dan petani dan penangkar bibit tanaman buah Kabupaten Karawang  (Wawan Kustiawan, S.TP., Mulyana Warin Dirwarna, dan Sakudin).  

Hasil identifikasi di Kab. Karawang terdapat tujuh varietas lokal mangga, yakni Kio Jay, Kio Sawey, Yuwen, Pelangi, Gajah, Mahatir dan Red Ivory, tetapi baru empat varietas  yang sudah dikarakterisasi baru yaitu varieta Kio Jay, Kio Sawey, Yuwen dan Pelangi. Masing-masing varietas memiliki keunggulan dan karakter unik, diantaranya Varietas Kio Jay, Kio Sawey, Yuwen, Pelangi dan Gajah. Namun demikian pada saat kunjungan lapang Varietas Gajah sudah tidak berbuah. Karakteristik pembeda buah mangga sebagai berikut :

  1. Kio Jay : bentuk buah panjang dengan ujung meruncing; bobot buah 350-2100 g (rata-rata 500 g per buah); warna kulit buah muda hijau agak tua; warna kulit buah masak kuning-oranye; rasa manis; tekstur serat daging buah halus; warna daging buah masak kuning; harga jual di pasaran lokal Rp 25.000-30.000,- per kg).
  2. Kio Sawey : bentuk buah panjang bagian ujung melengkung; bobot buah 130-380 g (rata-rata 200 g per  buah); warna kulit buah muda hijau tua; warna kulit buah masak kuning muda; rasa manis; tekstur serat daging buah halus; warna daging buah masak kuning muda; buah muda tidak berasa masam.
  3. Yuwen : bentuk buah bulat (bundar) dengan tangkai buah panjang; bobot buah 700-2000 g (rata-rata 1300 g per  buah); warna kulit buah muda hijau muda; pada pangkal buah terkadang terdapat warna semburat merah (pink); warna kulit buah masak kuning; rasa manis; tekstur serat daging buah agak kasar; warna daging buah masak kuning. 
  4. Pelangi : bentuk buah panjang bagian ujung melengkung; bobot buah 150-800 g (rata-rata 350 g per  buah); warna kulit buah muda hijau tua; pada pangkal buah berwarna merah tua; warna kulit buah masak kuning-oranye; rasa manis; tekstur serat daging buah agak halus; warna daging buah masak kuning.

Tertarik mengetahui lebih banyak karakteristik varietas lokal mangga yang telah disebutkan? Sobat Tani dapat menghubungi BPTP Jawa Barat.

Cara Melakukan Pendaftaran Varietas Lokal

Jika Sobat Tani, petani maupun masyarakat umum memiliki varietas lokal dan ingin melakukan pendaftaran varietas dapat menghubungi Dinas Pertanian atau BPSB setempat atau melalui BPTP Jawa Barat.

     

 

Ditulis oleh : M. Iskandar Ishaq dan Niken Resti Pratiwi

Dapatkan informasi menarik lainnya, melalui :
Website: jabar.litbang.pertanian.go.id / jabar.bptpnews.id
Instagram & Twitter : @bptpjawabarat
Facebook : BPTP Balitbangtang Jabar
Youtube : BPTPJawaBarat

Humas BPTP Balitbangtan Jabar

Peneliti BPTP Jabar Raih Juara 1 Best Poster Pada Seminar Nasional Jateng Gayeng Tani Fest II

Pada Seminar Nasional yang merupakan bagian dari perhelatan Jateng Gayeng Tani Fest II, peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, berhasil meraih juara pertama atas partisipasinya sebagai salah satu pemakalah penunjang dalam bentuk poster. Kedua peneliti yang turut serta bersama 200 peserta lainnya dalam acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna BPTP Jateng pada Rabu, 9 Oktober 2019 ini adalah Yanuar Argo, S.Tp, M.Agr dan Ratna Sari, SP., M.Sc.

Seminar Nasional yang juga dihadiri oleh pemangku kebijakan, pakar, peneliti, praktisi serta para akademisi ini, menghadirkan pembicara kunci dengan materi “Arah Pembangunan Pertanian Berbasis Bioindustri dan Kawasan Untuk Kesejahteraan Petani”. Sedangkan dua pembicara utama membahas mengenai “Peran Perguruan Tinggi Untuk Mempersiapkan Teknologi Smart Farming” dan “Peran Perguruan Tinggi Untuk menyiapkan teknologi digital di era industri 4.0”.

Yang menarik, dua perwakilan BPTP Jabar tersebut harus bersaing dengan pemakalah penunjang lainnya yang merupakan peneliti, penyuluh, akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Pemilihan tema pun menjadi satu hal yang penting, terutama karena penyelenggara membagi tema seminar kedalam tiga bagian yakni Pertanian di Era 4.0, Pengembangan Pertanian Bioindustri, dan Pengembangan Pertanian Berbasis Kawasan.

Bpk Argo dan Ibu Ratna mengangkat tema mengenai Pengembangan Pertanian Bioindustri dengan judul makalah yaitu Pertanian Bioindustri Berbasis Padi Di Jawa Barat Sebagai Alternatif Solusi Dalam Pengembangan Pertanian Organik. Makalah yang disajikan dalam bentuk poster ini turut memaparkan aspek sosial, ekonomi serta lingkungan. Selamat kepada Pak Argo dan Ibu Ratna! Semoga dapat terus berkarya untuk memberikan manfaat terhadap masyarakat luas.

Bawang Putih varietas Lokal Tawangmangu Baru di Tegal, Jawa Tengah, mencapai 35 ton/ha

Temu lapang panen bawang putih dilaksanakan pada tanggal 1 oktober 2019, di desa Rambul, kec. Bojong, kab Tegal, Jawa Tengah. Temu lapang ini untuk mendesiminasikan paket teknologi produksi bawang putih yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Adapun yang diundang adalah Kepala Dinas Pertanian Tegal, wakil Balai benih, Puslitbanghorti, wakil 5 BPTP, petugas Dinas pertanian kabupaten dan petani sentra bawang putih.

Acara panen ini merupakan kelanjutan panen varietas sebelumnya, Lumbu Hijau yang dapat mencapai 29 t/ha. Sedangkan panen saat itu, varietas Tawangmangu Baru mencapai 35 t/ha. Acara panen dilakukan bersama dengan Kepala Dinas Pertanian kab Tegal dan kepala Balitsa.

Dalam sambutannya, ibu kadis bersyukur bahwa produksi bawang putih di Tegal dapat mencapai 30 t/ha lebih dan berharap agar petani bawang putih terus dapat meningkatkan produksinya di bawah bimbingan Balitsa. Sementara itu kepala Balitsa, Dr. Catur Hermanto berharap agar produktivitas bawang putih yang tinggi ini diikuti dengan peningkatan kualitas dan luas panen bawang putih. Kedua varietas lokal, Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru memiliki produksi dan kualitas yang tidak kalah dengan bawang putih impor. Paket teknologi produksi akan terus diperbaiki terdiri dari benih, varietas, pemupukan, jarak tanam, pengairan, dan pengendalian hama penyakit.

Dr. Meksy Dianawati yang hadir mewakili BPTP Jabar menambahkan bahwa cuaca yang kering dan dingin dan ketersediaan air yang melimpah sangat mendukung produksi bawang putih. Teknogi mulsa jerami terlihat lebih unggul dibandingkan mulsa plastik karena cuaca yang panas dan lebih memudahkan dalam hal penyiraman dan pemupukan. Penerapan teknologi budidaya yang maksimal seperti penggunaan benih sehat berukuran besar, pengairan yang cukup, pengendalian gulma dan hama penyakit yang intensif sangat mempengaruhi produksi bawang putih.

Kunjungan Santriwati Ponpes Persis 50 Lembang di BPTP Jabar

Sobat Tani, siang tadi BPTP Jabar mendapat kunjungan dari 45 santriwati Kelas 9 Pondok Pesantren Persis 50 Lembang. Selaku pendamping, Ibu Iseu Lilis Hendrayani menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan, tetapi untuk bekal para santriwati memanfaatkan lahan pesantren.

"Di pesantren punya lahan luas cuma mungkin secara bertahap akan habis nantinya, jadi untuk memanfaatkan lahan yang ada, santri perlu belajar pertanian," ujar Ibu Iseu.

Tantangan lahan yang sempit, dijawab oleh BPTP Jabar dengan berbagai tampilan Obor Pangan Lestari (Opal)/ Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yang memanfaatkan area lahan terbatas untuk bercocok tanam. Bpk Wawan Wahyudin, sebagai pengelola Taman Agro Inovasi, menerangkan bahwa kini tak perlu takut lahan sempit. "Sekarang dengan teknologi, menanam bisa dengan berbagai media tanam selain tanah, disini bisa dilihat Ada hidroponik, ada juga aquaponik," terang Pak Wawan sambil mengajak para santriwati berkeliling.

Para santriwati tampak begitu antusias, sesekali Pak Wawan melemparkan pertanyaan berhadiah bibit tanaman, yang kemudian dijawab berebut oleh santriwati.

Kunjungan kemudian ditutup dengan pemberian tanaman, brosur dan hasil Litkaji.

Rangkaian kunjungan tim Bank Dunia dan tim SMARTD

Setelah dilakukan diskusi dengan peneliti dan penyuluh BPTP Jabar yang terlibat kegiatan SMARTD, keesokan harinya, hari Jumat, 5 Oktober 2019, Tim SMARTD dan Tim Bank Dunia melanjutkan kunjungannya ke salah satu kegiatan penelitian yang didanai oleh SMARTD yaitu model integrasi sayuran dataran tinggi dan ternak di lahan dataran tinggi kab Bandung m-P2BBI. Kegiatan ini telah berlangsung tahun 2014-2015 yang berlokasi di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung. Tim bank Dunia terdiri dari Mr. Norman Messer dan Mrs. Anne Ckestele didampingi ibu Mariam. Tim SMARTD terdiri dari ibu Vyta dari BP2TP, ibu Tini dari BB Padi, dan pak Eko dan pak Imam dari Puslitbangtan.

Sebelumnya tim mengunjungi Dinas Pertanian Kab. Bandung yang disambut oleh Kabid Peternakan, dan staf. Dr. Meksy Dianawati, selaku penanggung jawab kegiatan M-P2BBI menyampaikan maksud kunjungan Tim Bank Dunia dan Tim SMARTD. Ir. Hera Hendrawan menyampaikan bahwa kegiatan m-P2BBI sangat membantu meningkatkan pemahaman petugas dan peternak tentang teknologi pakan lengkap, pengolahan limbah, dan biogas. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus ada karena sangat bermanfaat dalam hal inovasi teknologi terutama pakan ternak.

Selanjutnya tim mengunjungi kelompok binaan BPTP Jawa Barat yaitu kelompok ternak 28 Sukamenak. Kelompok ini telah menerapkan dan mengembangkan hasil kegiatan MP2BBI. Salah satu teknologi hasil kajiannya yaitu teknologi pakan lengkap yang dirasakan oleh kelompok sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan produksi susu dan menurunkan biaya pakan ternak, terutama di saat musim kemarau. Saat ini biogas juga terus berkembang dari 52 unit sekarang menjadi 78 unit. Pada tahun ini akan bertambah 100 unit lagi bekerjasama dengan Dinas ESDM, Dinas Pertanian, dan PT. Biru. Adanya biogas menyebabkan peternak tidak perlu membeli gas, sehingga dapat mengurangi subsidi pemerintah. Teknologi pengolahan limbah biogas dari BPTP Jabar juga sangat dirasakan bermanfaat. Oleh karena itu kelompok sangat mengharapkan bimbingan inovasi teknologi ternak agar dapat meningkatkan produksi dan pendapatan peternak.

Subcategories

Subcategories