JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Teknologi Patbo Super Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi

Majalengka, 5 November 2019, Patbo Super merupakan teknologi yang ditemukan oleh peneliti BPTP Jawa Barat Dr. Ir. Nana Sutrisna, teknologi ini merupakan teknologi untuk meningkatkan indeks Pertanaman pada padi. BPTP Jabar menyelenggarakan Temu Lapang Penerapan Teknologi Patbo Super Mendukung Program Upsus Padi di Jawa Barat yang bertempat di Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka.

Kepala BPTP Jawa Barat Dr. Wiratno menyampaikan teknologi Patbo Super merupakan teknologi pemanfaatan air pada tanaman padi, setelah dibuktikan padi bukanlah air, tetapi padi merupakan tanaman yang membutuhkan air. Apabila teknologi ini diterapkan maka tidak akan ada lagi kelaparan ucap beliau. Menteri Pertanian sekarang ini menjadikan data pertanian menjadi data yang solid ini merupakan salah satu target bagaimana memberi makan 200 juta rakyat Indonesia, ini membutuhkan kerja keras kita bersama.

Teknologi Patbo Super ini akan menyebar ke daerah lain yang indeks pertanaman padinya satu atau dua maka nantinya akan menjadi tiga. Kepala BPTP Jabar juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada peneliti dan penyuluh BPTP Jawa Barat atas kerja kerasnya acara temu lapang ini dapat terlaksana serta bisa menjadikan hasil yang menggembirakan, informasi ini mudah-mudahan bisa sampai ke stakeholder pertanian lainnya dan bisa menjadi percontohan untuk dapat dikembangkan selanjutnya.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BPTP Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kab. Majalengka, Dandim 0607 Kab. Majalengka, Kapolsek Kecamatan Palasah, Camat Kecamatan Palasah, Penyuluh Pertanian Kab. Majalengka, Gapoktan, dan Petani di wilayah kecamatan Palasah.

Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca, Kapan….?

Membaca menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Karena kegiatan membaca menjadi kebutuhan intelektual dan psikologis manusia. Media baca hakekatnya sudah dikenal sejak jaman pra sejarah. Kegiatan ini sudah ada sejak manusia menggunakan media tulis berupa bebatuan, pelepah-pelepah pohon, dedaunan, tulisan di lembaran kertas, percetakan, hingga media digital. Media baca elektronik saat ini merupakan hasil metaformosis dari peradaban jaman sebelumnya.

Pemaknaan simbol (hurup) menjadi informasi merupakan esensi dari kegiatan membaca. Informasi-informasi yang tersusun secara logis, aktual, dan sistematis dari bahan yang dibaca akan membentuk  pengetahuan. Oleh karena itu orang yang berminat kuat  membaca cenderung punya perbendaharaan ilmu dan pengetahuan tinggi. Para pecinta ilmu dan pengetahuan ini harus dipasilitasi dan didukung, karena sangat dibutuhkan dalam pembanguan bangsa di segala bidang.

Minat baca bagi suatu bangsa mencerminkan tingkat kemajuan bangsa bersangkutan. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Kesejahteraan Masyarakat, Bapak Agung Laksono pada tanggal 25 Otober 2001 menetapkan sebagai “Hari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca”. Sumberdaya manusia agar mampu berpartisifasi sesuai tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus gemar untuk membaca. Sehingga informasi berbagai ilmu dan pengetahuan yang masih tersimpan dalam rak atau file, dapat terberdayakan menjadi karya secara nyata.

25 Oktober menjadi Hari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca. Artinya, bagaimana pada tanggal tersebut dapat menjadi momentum untuk membangkitkan minat masyarakat untuk membaca. Membangun minat baca anggota masyarakat dalam jumlah banyak dan jangkauan yang luas tentu tidak mudah. Karena minat baca akan dapat tercipta apabila anggota masyarakat memiliki kepentingan terhadap informasi tersebut serta bahan bacaan yang dibutuhkan dapat tersedia. BPTP Jawa Barat merupakan unit kerja di bawah Badan Litbang Pertanian. Tugas pokoknya antara lain merancang model spesifik lokasi serta mendiseminasikan teknologi hasil invensi dan inovasi Badan Litbang Pertanian ke masyarkat luas. SDM BPTP Jawa Barat dalam menjalankan tugasnya tidak dapat lepas dari bahan bacaan. Perpustakaan BPTP Jawa Barat dalam rangka mendukung ketersediaan bahan baca dan mendorong minat baca institusi setempat, berupaya menyediakan buku-buku baru serta menyebarkan informasi buku, artikel jurnal atau buletin melalui corner library dan WA Jabar Com. Selain itu Petugas perpustakaan berupaya selalu siap siaga memberikan layanan sirkulasi kepada pengguna di ruangan Perpustakaan BPTP Jawa Barat. Semoga melalui layanan ini minat baca di BPTP Jawa Barat tetap terjaga. (Setiawan)

  

Bimtek Pengolahan Pakan Lokal, Keberlanjutan Pengembangan Ayam KUB (Teknik Penetasan), Pemeliharaan Ayam KUB dan Pemasaran Produk Ayam KUB

Bimtek dilaksanakan di aula kecamatan Pamarican yang dihadiri oleh camat, UPTD peternakan, Gapoknak, PPL, dan perwakilan RTM. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Camat Pamarican dilanjutkan sambutan dari BPTP Jabar yang disampaikan oleh Dr. Ir. Dedi Sugandi, MP. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan dari Bimtek adalah untuk meningkatkan pemahaman khususnya pengurus dan anggota Gapoknak mengenai pemanfaatkan pakan lokal, teknik penetasan telur ayam KUB, pemeliharaan ayam dan pemasaran hasil produk ayam KUB. Bagaimana cara terbuka peluang pasar sehingga Gapoknak dapat berkembang.

Selanjutnya penyampaian materi Bimtek meliputi Pengolahan pakan lokal disampaikan oleh Bapak Sumarno tedy, SPt, Penetasan telur oleh Bapak Taemy Fahmi, SPt, Pemeliharaan ayam oleh Ibu Erni Gustiani, SPt, Pemasaran produk ayam KUB oleh Bapak Dr. Dedi Sugandi. Peserta tampak antusias selama mengikuti acara ini. Mereka berharap pasar telur dapat stabil sehingga pendapatan RTM dapat meningkat dengan adanya kegiatan ini.

BPTP Jabar Serius Garap Lahan Kering Melalui Teknologi Turiman

Sumedang– Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat terus berupaya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) salah satunya dengan mengoptimalisasikan lahan kering melalui teknologi Tumpang Sari Tanaman (Turiman). Bekerjasama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Pelangi 1 Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, BPTP Jabar memaparkan teknologi Turiman yang telah diterapkan di lokasi tersebut melalui kegiatan Temu Lapang yang berjudul Inovasi Pertanian Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman dan UPSUS PAJALE di Jawa Barat pada Selasa (22/10/19).

Acara yang diawali dengan kunjungan lapangan ini, mengantarkan para tamu undangan untuk langsung menyaksikan bagaimana teknologi Turiman pada lahan kering seluas 5 Ha tumbuh dengan baik meskipun situasi kemarau tahun ini begitu panjang.

“Kunci utama pengembangan pertanian pangan khususnya di lahan kering beriklim kering ialah ketersediaan air. Ketersediaan air akan mendorong petani untuk lebih intensif memanfaatkan lahan.” Tutur Dr. Ir. Yanto Surdianto, selaku peneliti yang bertindak sebagai penangung jawab kegiatan pada acara tersebut.

Pengkajian dukungan inovasi pertanian untuk peningkatan IP padi di lahan sawah tadah hujan dan lahan kering di Jawa Barat sudah dan sedang dilaksanakan mulai tahun 2017. Inovasi pertanian yang sedang dikembangkan meliputi inovasi teknologi dan inovasi kelembagaan yang disesuaikan dengan permasalahan dan potensi yang ada di lokasi kajian beradasarkan hasil karakterisasi lokasi.

Alternatif inovasi teknologi yang sedang dikembangkan yaitu: pengaturan pola tanam padi berdasarkan neraca air lahan, pemanfaatan air permukaan pada lahan sawah tadah hujan dan dan air tanah pada lahan kering, teknologi irigasi yang mudah untuk diiplementasikan menggunakan sprinkle, serta teknologi budidaya padi hemat air (teknologi budidaya padi PATBO Super tadah Hujan dan TURIMAN PAJALE di lahan kering).

Hasil dari penerapan Teknologi Turiman pada lokasi tersebut banyak mendapatkan apresiasi. Cecep Wahyudin selaku Ketua KTH Pelangi 1 bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas pengkajian teknologi dilokasinya. "Dulu musim kemarau gak tanam, sekarang alhamdulillah tanam. Sekarang itu setahun bisa tiga kali tanam", ujar Pak Cecep diiringi senyum lebar.

Tak kalah, peserta asal Kab. Karawang, Kinkin Zaenal, juga mengapresiasi pengkajian BPTP Jabar. "Kaget, ditengah lahan Kering begini ada lahan yang hijau," ungkapnya sekaligus berharap teknologi serupa dapat diterapkan dilokasinya.

Hal tersebut kemudian dijawab oleh Kepala BPTP Jabar, Dr. Wiratno, yang akan mengupayakan penerapan teknologi serupa pada lahan kering di lokasi lainnya guna peningkatan IP Jawa Barat. "Ada hijau royo-royo atau surga ditengah kekeringan. Tentu saja ini membuka mata hati Kita semua apabila ada keinginan pasti ada jalan" pungkas Kepala BPTP Jabar.

Sinergi Berbagai Pihak Dorong Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal Mangga Karawang

Sobat Tani, Tim Gabungan yang terdiri dari berbagai Unit Kerja bidang Pertanian bersinergi untuk terus mendorong Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal Tanaman Mangga di Kabupaten Karawang.

Tim Gabungan tersebut yakni Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Sub Bidang Pendaftaran Varietas Lokal Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP), dan Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kab. Karawang. Bekerja sama dengan petani dan penangkar bibit tanaman buah Kab. Karawang, Tim Gabungan ini telah melakukan identifikasi dan karakterisasi (pengamatan sifat morfologis dan agronomis) selama dua hari, 15 – 16 Oktober 2019.

Berlokasi di Kec. Talagasari dan Kec. Karawang Timur, tahap selanjutnya setelah identifikasi dan karakterisasi selesai yakni dilakukan penyusunan dokumen pendaftaran varietas lokal tanaman untuk kemudian ditandatangani oleh Bupati Karawang.  Setelah itu pendaftaran varietas melalui jalur online ke Pusat PVTPP dapat dilaksanakan. Jika semua persyaratan telah terpenuhi,  maka selanjutnya menunggu keluarnya sertifikat tanda daftar varietas.

Mengapa Pendaftaran Varietas penting?

Dalam UU No 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman dan PP No. 13 Tahun 2004 tentang Penamaan, Pendaftaran, dan Penggunaan Varietas Asal untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial yang menyebutkan bahwa :

(1) Varietas Lokal adalah milik masyarakat dikuasai oleh Negara dan dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah berkewajiban memberikan penamaan dan pendaftaran terhadap varietas lokal, (2) Varietas Asal untuk menghasilkan Varietas Turunan Esensial (VTE) terlebih dahulu harus diberi nama dan didaftarkan oleh pemerintah, dan (3) Ketentuan penamaan, pendaftaran Varietas Lokal dan Hasil Pemuliaan diatur oleh Peraturan Menteri Pertanian No. 01/Pert/SR.120/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman.

Adapun tujuan dan manfaat pendaftaran varietas lokal adalah (1) memberikan kejelasan Nama suatu Varietas, Deskripsi, Sebaran Geografis dan Pemilik Varietas, (2) adanya database Varietas Lokal pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) akan mempermudah upaya Pelestarian dan Pemanfaatan Plasma Nutfah (Sumber Daya Genetik) oleh berbagai pihak yang tersebar di Indonesia, (3) apabila Varietas Lokal yang telah didaftarakan pada Pusat PVTPP dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membuat VTE dan VTE tersebut diajukan Hak PVT, maka pihak lain tersebut harus meminta izin kepada pemilik varietas dan pemilik varietas dapat memperoleh manfaat ekonomi dari penggunaan tersebut, dan (4) apabila ada penggunaan material genetik yang berasal dari Varietas Lokal yang belum terdaftar di Pusat PVTPP, maka tidak dapat mengklaim sebagai pemilik varietas karena tidak memiliki legal aspect atau bukti secara hukum dari Pusat PVTPP, kecuali Varietas hasil pemuliaan yang telah memperoleh Hak PVT.

Hasil Identifikasi Tim Gabungan

Identifikasi dan karakterisasi dilakukan secara bersama-sama yakni oleh Tim Pelaksana Kegiatan Sumber Daya Genetik (SDG) BPTP Jawa Barat, Lembang (Drs. M. Iskandar Ishaq, MP., Atin Yulyatin, SP., dan Fyannita Perdhana, SP.), Tim Pelaksana Kegiatan SDG Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Bogor (Ir. Rita Indrasti, M.Si., dan Ir. Siti Sehat Tan, M.Si.),  Staf Sub Bidang Pendaftaran Varietas Lokal dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) yakni Aty Patrioza, S.Sos., Asep Saprudin, SP. (Kepala Seksi Buah, Bidang Hortikultura) dan Didik Purnamadika, SP. (Staf Bidang Hortikultura), Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dan petani dan penangkar bibit tanaman buah Kabupaten Karawang  (Wawan Kustiawan, S.TP., Mulyana Warin Dirwarna, dan Sakudin).  

Hasil identifikasi di Kab. Karawang terdapat tujuh varietas lokal mangga, yakni Kio Jay, Kio Sawey, Yuwen, Pelangi, Gajah, Mahatir dan Red Ivory, tetapi baru empat varietas  yang sudah dikarakterisasi baru yaitu varieta Kio Jay, Kio Sawey, Yuwen dan Pelangi. Masing-masing varietas memiliki keunggulan dan karakter unik, diantaranya Varietas Kio Jay, Kio Sawey, Yuwen, Pelangi dan Gajah. Namun demikian pada saat kunjungan lapang Varietas Gajah sudah tidak berbuah. Karakteristik pembeda buah mangga sebagai berikut :

  1. Kio Jay : bentuk buah panjang dengan ujung meruncing; bobot buah 350-2100 g (rata-rata 500 g per buah); warna kulit buah muda hijau agak tua; warna kulit buah masak kuning-oranye; rasa manis; tekstur serat daging buah halus; warna daging buah masak kuning; harga jual di pasaran lokal Rp 25.000-30.000,- per kg).
  2. Kio Sawey : bentuk buah panjang bagian ujung melengkung; bobot buah 130-380 g (rata-rata 200 g per  buah); warna kulit buah muda hijau tua; warna kulit buah masak kuning muda; rasa manis; tekstur serat daging buah halus; warna daging buah masak kuning muda; buah muda tidak berasa masam.
  3. Yuwen : bentuk buah bulat (bundar) dengan tangkai buah panjang; bobot buah 700-2000 g (rata-rata 1300 g per  buah); warna kulit buah muda hijau muda; pada pangkal buah terkadang terdapat warna semburat merah (pink); warna kulit buah masak kuning; rasa manis; tekstur serat daging buah agak kasar; warna daging buah masak kuning. 
  4. Pelangi : bentuk buah panjang bagian ujung melengkung; bobot buah 150-800 g (rata-rata 350 g per  buah); warna kulit buah muda hijau tua; pada pangkal buah berwarna merah tua; warna kulit buah masak kuning-oranye; rasa manis; tekstur serat daging buah agak halus; warna daging buah masak kuning.

Tertarik mengetahui lebih banyak karakteristik varietas lokal mangga yang telah disebutkan? Sobat Tani dapat menghubungi BPTP Jawa Barat.

Cara Melakukan Pendaftaran Varietas Lokal

Jika Sobat Tani, petani maupun masyarakat umum memiliki varietas lokal dan ingin melakukan pendaftaran varietas dapat menghubungi Dinas Pertanian atau BPSB setempat atau melalui BPTP Jawa Barat.

     

 

Ditulis oleh : M. Iskandar Ishaq dan Niken Resti Pratiwi

Dapatkan informasi menarik lainnya, melalui :
Website: jabar.litbang.pertanian.go.id / jabar.bptpnews.id
Instagram & Twitter : @bptpjawabarat
Facebook : BPTP Balitbangtang Jabar
Youtube : BPTPJawaBarat

Humas BPTP Balitbangtan Jabar

Subcategories

Subcategories