Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner
Bank Padi
Layanan Online Alsintan
e-Product
Katam
Web Visitors

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini122
mod_vvisit_counterKemarin407
mod_vvisit_counterMinggu Ini2189
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2784
mod_vvisit_counterBulan Ini8875
mod_vvisit_counterBulan Lalu11404
mod_vvisit_counterSeluruhnya511361

Jajak Pendapat

Pendapat Anda tentang Website ini?
LEGOWO 2:1
Oleh Administrator   
Rabu, 13 Juni 2012 14:40

PEMASYARAKATAN TANAM PADI JAJAR LEGOWO 2:1 DI JAWA BARAT

Oleh: Nana Sutrisna dan Nandang Sunandar, Peneliti BPTP Jawa Barat, Jl. Kayuambon No. 80 Lembang, Bandung

Tanam Padi Jajar Legowo

Beberapa pendapat manyatakan bahwa istilah Legowo berasal dari bahasa Jawa, yaitu “Lego” berarti luas dan “Dowo” berarti panjang. Istilah tersebut kemudian diadopsi dan diterapkan pada cara tanam padi sawah sejak tahun 1996. Diantara barisan tanaman padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan tanaman, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.

Dasar pemikiran mengapa istilah legowo diterapkan pada cara tanam padi adalah (1) pertumbuhan dan hasil padi yang berada di pinggir selalu lebih baik daripada yang terletak di bagian tengah (Gambar 2), dan (2) memudahkan petani dalam pemeliharaan terutama pada saat aplikasi pupuk Urea tablet yang pada saat itu sedang berkembang.

Pada saat ini, istilah tanam padi jajar legowo menjadi semakin populer di Jawa Barat, terlebih lagi setelah menjadi salah satu bagian dari komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah yang sedang digalakan pada program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).

Dikenal beberapa tipe tanam padi jajar legowo, antara lain: legowo 2:1, 3:1, 4:1, dan 5:1. Berdasarkan hasil penelitian tipe legowo yang direkomendasikan oleh BPTP Jawa Barat adalah legowo 2:1. Jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lahan dan kesuburan tanah di masing-masing lokasi (spesifik lokasi). Pada lahan yang subur menggunakan jarak tanam antarbarisan 25 cm, dalam barisan 12,5 cm, dan antarlegowo 50 cm. Pada lahan yang kuran subur jarak tanam lebih lebar, yaitu antarbarisan 30 cm, dalam barisan 15 cm, dan antarlegowo 40 cm.

Di dalam PTT cara tanam padi jajar legowo merupakan bagian dari komponen pengaturan populasi tanaman. Dengan demikian, cara tanam padi jajar legowo 2:1 merupakan salah satu cara penanaman padi dengan maksud untuk mengatur populasi tanaman agar jumlahnya optimal.

Kelebihan dan Syarat Tanam Padi Jajar Legowo 2:1

Terdapat beberapa keuntungan tanam padi jajar legowo 2:1, yaitu: (1) populasi tanaman bertambah hingga 25%, (2) seluruh barisan padi berada di pinggir, sehingga penyinaran matahari optimal, (3) Sirkulasi udara berjalan optimal, (4) mudah dalam pemeliharaan terutama pemupukan dan penyiangan, dan (5) dapat mengendalikan hama tikus serta (6) meningkatkan produktivitas 7-15%.

Untuk dapat memperoleh kelebihan tanam padi jajar legowo 2:1, ada beberapa persyaratan  yang harus dipenuhi, antara lain: (1) lahan tidak berteras, walaupun berteras kemiringan lahannya < 25% (lebar petakan > 3 m), (2) takaran pemberian pupuk di tambah 10-20% dari takaran pada cara tanam padi tegel, (3) lahan di genang pada umur 7 hari setelah tanam (hst) untuk menekan pertumbuhan gulma jika tidak diseprot herbisida, (4) barisan tanaman searah matahari, dan (5) gunakan bibit mudah agar pertumbuhan anakan cepat, sehingga cepat menutup permukaan tanah dan dapat menekan pertumbuhan gulma.

Pemasyarakat Tanam Padi Jajar Legowo di Jawa Barat

Tingkat adopsi tanam padi jajar legowo di Jawa Barat berjalan sangat lambat. Sudah hampir 14 tahun legowo diintroduksikan kepada petani namun petani yang mengadopsi masih kurang dari 5%. Hasil wawancara dengan beberapa petani, permasalahan lambatnya adopsi teknologi tanaman padi jajar legowo adalah sebagian besar petani belum memahami secara utuh terhadap tekologi  tersebut, sehingga petani beranggapan bahwa:

(1)    Dengan tanam padi jajar legowo 2:1 akan mengurangi luas lahan yang ditanami
(2)    Produktivitas menurun, karena petani tidak menambah takaran pupuk.
(3)    Gulma cepat tumbuh pada lahan diantara baris legowo, karena bibit > 20 hari dan air tidak bisa diatur.
(4)    Jasa tanam kesulitan pada waktu penanaman karena belum terbiasa.

Untuk dapat memberi pengertian secara utuh kepada petani, pemasyarakatan tanam padi jajar legowo harus menerapkan Sistem Diseminasi Multi Canel (SDMC). Istansi/lembaga pemerintah, swasta, LSM, tokoh masyarakat harus dilibatkan sebagai delivery system. Selain itu media diseminasi juga harus beragam, karena pengetahuan dan kemampuan setiap petani dalam menyerap/memahami informasi teknologi baru sangat berbeda.

BPTP Jawa Barat telah berupaya dengan melakukan terobosan melibatkan berbagai pihak untuk membantu penyebarluasan teknologi. Kegiatan tersebut antara lain: (1) kepala daerah (Bupati, Camat, dan Kepala Desa), (2) instansi pemerintah (Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten, Badan Penyuluh (BP4K), (2) lembagga perguruan tinggi melalui mahasiswa praktek kerja lapangan, (3) Tentara Nasional Indonesia (TNI), (4) tokoh masyarakat, dan (5) Lembaga Swadaya Masyarakat.

Jenis media yang digunakan adalah peragaan, forum pertemuan, dan media cetak.

1)    Peragaan

Pejabat pemda dan petugas memperagaan cara tanam legowo 2:1.

2)    Advokasi

  • Untuk membangun dukungan
  • Mengupayakan masuk ke dalam agenda kebijakan pemerintah daerah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3)    Forum Pertemuan

  • Sosialisasi dan koordinasi
  • Pertemuan kelompok tani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4)    Sekolah Lapang pada Jasa Tanam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5)    Media Cetak

Penyebar luasan tanam padi jajar legowo 2:1 melalui media cetak, selain berupa  brosur dan leaflet, juga dalam bentuk lukisan/gambar batik.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com